DKI Harus Turun Tangan Cegah Kenaikan Tarif Kopaja

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Kamis 11 Agustus 2011
share
inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Rencana kenaikan tarif Kopaja AC yang akan diberlakukan PT Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) tak perlu terjadi jika pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turun tangan mengenai permasalah yang dihadapi oleh PT Kopaja.

"Dengan tarif Kopaja AC sebesar Rp2.000 cukup murah, padahal biaya operasional satu Kopaja AC cukup mahal, dengan tarif tetap Rp2.000 tak dinaikkan, tentu saja pengusaha akan tekor dan akhirnya mati," kata Ketua PWNU, Djan Faridz, saat media gathering di Bistro Boulevard, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2011).

Menurut Djan Faridz, hal tersebut dapat dihindari jika ada turun tangan dan keterlibatan dari pemerintah daerah, sehingga tarif Kopaja AC tak naik dan dapat memberatkan masyarakat. "Solusinya, Pemda DKI harus kasih fasilitas kredit tanpa bunga kepada pengusaha angkutan," jelas Djan Faridz.

Selain itu, solusi lain, lanjut Djan adalah Pemda DKI Jakarta harus memfasilitasi pengusaha kepada pemerintah pusat untuk memberlakukan pembebasan pajak tahunan. "Dengan begitu beban yang ditanggung pengusaha angkutan tidak berat, sehingga rencana kenaikan tarif tidak terjadi," jelasnya. [mvi]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA