DGI Setor Fee ke Permai Group Untuk Tiap Proyek

MS
Oleh Marlen Sitompul
Senin 15 Agustus 2011
share
Manager Marketing PT DGI Mohammad El Idris - inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta- Manager Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), Mohammad El Idris mengakui, perusahaannya sudah bekerjasama dengan PT Permai Group, perusahaan milik M. Nazaruddin untuk menggarap proyek pemerintah sejak 2007. Sebagai imbalannya, PT DGI selalu menyetor fee atau komisi ke Permai Group.

Idris mengatakan, dalam setiap kerjasamanya, perusahaan milik pengusaha Sandiago S Uno itu selalu memberi fee kepada PT Permai Group sebagai bentuk balas jasa atas "bantuan" mereka mememenangkan PT DGI dalam sejumlah proyek dari pemerintah. Namun besaran komisi, kata Idris, tidak menentu. Tergantung dari nilai proyek yang diperoleh PT DGI.

"Ada yang 15 persen, ada yang 7,5 persen, ada yang 5 persen. Jumlahnya tidak tentu, tergantung jumlah proyek," kata Idris ketika bersaksi bagi terdakwa Rosalina Mindo Manulang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/8/2011).

Idris menguak, selain pembangunan Wisma Atlet dengan nilai proyek Rp 191,6 miliar, PT DGI bersama PT Permai Group juga berkolaborasi untuk mendapatkan proyek dari Departemen Perhubungan.

Dari Laporan Keuangan Konsolidasi periode 31 desember 2008 dan 2007, yang didapatkan wartawan, diketahui proyek itu untuk pembangunan Pengembangan Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) dengan nilai proyek sebesar Rp 40,801 miliar. Pembangunan itu sendiri, dimulai sejak 1 september 2008 dan berakhir pada 27 juni 2009.

Kerjasama juga berlanjut dalam proyek Rumah Sakit Universitas Udayana di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Nilai proyek itu mencapai Rp100 miliar. "Jatahnya (Permai Group) 15 persen," singkatnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi juga mengaku menggandeng PT Permai Group untuk pembangunan Gedung dan Infrastruktur RSUD Kabupaten Ponorogo. Dari Laporan Keuangan Konsolidasi periode 31 desember 2008 dan 2007, diketahui nilai proyek itu sebesar Rp 53, 450 miliar. [ndr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA