Otak Pelaku Bom Linggau Diringkus

HB
Oleh Harian BeritaPagi Palembang
Selasa 16 Agustus 2011
share
inilah.com

INILAH.COM, Palembang- Unit Jatantas Polda Sumsel bersama Densus 88 Polda Sumsel pimpinan Iptu Ali Rojikin, SH, Senin (15/8) sore berhasil membekuk seorang pelaku bom SM Swalayan, Lubuklinggau. Tersangka disebutkan lelaki warga Palembang, diringkus di Palembang.

Sayang pihak Polda Sumsel belum mau mengungkapkan identitas tersangka serta menjelaskan lebih jauh penangkapan pelaku yang merupakan otak pelaku pemboman SM Swalayan tersebut.

Wakil Direktur Reskrim Umum Polda Sumsel AKBP Siswanto, SH , Senin, membenarkan bahwa pihaknya telah membekuk pelaku bom Linggau tersebut. Namun dia enggan menjelaskan identitas pelaku dan kronologis penangkapan. "Satu orang yang kita tangkap tadi, dan ini merupakan prestasi dari Polda Sumsel. Nanti besok (hari ini red) diekspos oleh Kabid Humas,"katanya.

Sementara itu, Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan ketika dimintai keterangannya via telepon selular, semalam, berkait adanya penangkapan otak pelaku pengiriman bom paket yang ditujukan kepada pemimpinan SM Swalayan Group dan Grosir, Hindra Spemarjono alias Ahin oleh tim Densus 88 di Palembang mengaku belum mendapatkan kepastian atas penangkapan tersebut.

"Saya juga belum dapat informasi jelas mengenai penangkapan pelaku bom. Kabarnya besok (hari ini - red) akan ada pernyataan resmi dari Bapak Kapolda, dan kita tunggu informasi itu saja supaya tidak simpang siur," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu dari enam rangkaian paket bom berdaya ledak rendah (low eksplosive) sekitar pukul 09.00, Sabtu (18/6) meledak dilantai tiga SM Swalayan Group dan Grosir, Jalan Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau. Akibat ledakan itu, pimpinan utama SM Swalayan Group, Hindra Soemarjono mengalami luka bakar dibagian perut dan mendapatkan perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Siti Aisyah .

Informasi di lapangan, paket bom berukuran 15 cm X 20 cm dibungkus kertas kopi berwarna coklat bertuliskan "Kami mengucapkan selamat dan sukses atas kemitraan kita dalam menjual produk kami" dikirim oleh seorang laki-laki dengan mengendarai mobil Avanza Gold BG 2336 HD, dari PD. Sukses Bersama Group yang ditujukan kepada Hindra Soemarjono sekitar pukul 17.12 Wib, Jumat (17/06).

Paket pertama kali diterima oleh security bernama Leo Waldi yang bertugas di bestman, kemudian diserahkan ke Jasmin, petugas bagian penjualan dan disimpan diruang informasi. Keesokan paginya, Sabtu (18/6), korban Hindra Soemarjono menerima paket bom tersebut dari petugas bernama Yudi dan dibuka diruang kerjanya di lantai tiga SM Swalayan Group. Sejurus kemudian, paket itu langsung meledak dan dibuang korban kelantai.

Pengantar paket ke SM Swalayan, AN mengaku dia sama sekali tidak mengetahui paket tersebut ternyata bom. Bahkan, paket itu sempat menginap satu malam di rumahnya karena ketika mau diantarkan SM Swalayan sudah tutup. "Paket itu saya bawa pulang dulu kerumah, dan saya sama sekali tidak mengetahui kalau itu bom," katanya.

Sedangkan penerima paket dari Sekayu, DY mengaku hanya menerima paket dari kasir sebuah rumah makan di Sekayu untuk diantarkan ke SM Swalayan Kota Lubuklinggau. "Saya juga tidak tahu kalu itu bom. Saya hanya menerima paket yang minta diantarkan ke Lubuklinggau," ungkapnya.

Terpisah, Pimpinan SM. Swalayan Group, Hindra Soemarjono mengaku tidak memiliki kecurigaan dan firasat apa-apa atas peristiwa itu. "Saya sudah biasa menerima paket seperti itu, tapi tidak mengira kalau isinya bom. Saya rasa selama ini tidak memiliki musuh. Dalam proses penyidikan, polisi mengidentifikasi kesamaan ciri fisik seperti disebutkan DD, kasir rumah makan Pelangi, Sekayu, Muba yang diduga sebagai pemesan pengiriman paket berisi bom kepada pimpinan SM. Swalayan, Hindra Soemarjono di Lubuklinggau.

"Kulit sawo matang, tinggi sekitar 160 cm-165 cm, rambut ikal belah tengah dan kumis tipis. "Kemungkinan besar keberadaan dua orang Mr. X 1 masih di wilayah Sumatera Selatan," kata Kapolres beberapa waktu lalu. [ndr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA