Kinerja Semester Pertama 2011

Penjualan Listrik Naik Jadi Rp56,9Triliun

AM
Oleh Agustina Melani
Selasa 30 Agustus 2011
share
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta PLN mencatatkan peningkatan penjualan listrik sebesar Rp56,9 triliun pada semester pertama 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp49,5 triliun.

Selama enam bulan pertama 2011, penjualan listrik mencapai 76.867,53 (Giga Watt hour) Gwh. Peningkatan penjualan tenaga listrik ini dipengaruhi meningkatnya jumlah pelanggan sebesar 1.608.712 pada semester pertama 2011 hingga total jumlah pelanggan menjadi 43,3 juta pada 30 Juni 2-11. Selain itu, meningkatnya penjualan tenaga listrik menjadi salah satu indikasi pertumbuhan ekonomi yang membaik. Demikian seperti dikutip dari situs perseroan, Selasa (30/8).

Meningkatnya penjualan tenaga listrik berdampak pada meningkatnya pendapatan usaha PLN pada semester pertama 2011 tercatat sebesar Rp 98,5 triliun, meningkat 26,4 % jika dibandingkan semester pertama 2010 yang sebesar Rp 78,03 triliun. Meski demikian meningkatnya pendapatan usaha ini, tidak didominasi oleh meningkatnya penjualan tenaga listrik tetapi karena meningkatnya subsidi listrik Pemerintah. Hingga pertengahan tahun ini, tercatat nilai subsidi pemerintah sebesar Rp. 40.8 triliun, meningkat sebesar 26,3 % dibandingkan semester yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 27,8 triliun.

Sementara itu, biaya bahan bakar dan pelumas yang digunakan untuk memproduksi listrik pada enam bulan pertama 2011 tercatat sebesar Rp. 58,03 triliun, meningkat sebesar 39,9 % jika dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp. 41,47 triliun. Meningkatnya biaya bahan bakar ini, merupakan konsekuensi dari meningkatnya produksi tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian.

Total nilai aset PLN meningkat sebesar 11,1 % pada semester pertama 2011 dibandingkan aset yang tercatat hingga akhir Desember 2010. Hingga Juni 2011, PLN mencatatkan nilai aset sebesar Rp. 410,4 triliun, sementara pada akhir Desember 2010 tercatat sebesar Rp. 369,5 triliun. Dari total nilai aset tersebut, nilai aset tidak lancar sebesar Rp. 331,9 triliun dan aset lancar sebesar Rp. 78,5 triliun.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA