September, Bulan Terburuk Pasar Saham?

TA
Oleh Th. Asteria
Jumat 02 September 2011
share
inilah.com

INILAH.COM, North Caroline " Pasar saham diyakini akan mengalami koreksi cukup dalam pada September. Catatan sejarah pada bulan kesembilan ini cukup suram, dan tampaknya tidak ada cara mudah untuk keluar dari tekanan tersebut.

September adalah bulan terburuk dalam kalender untuk saham, dengan kerugian rata-rata mencapai 1,2%. Setelah Agustus yang buruk, ada bukti bahwa September akan lebih buruk, ujar pengamat ekonomi keuangan Mark Hulbert, dikutip dari Marketwatch.

Ia memberi contoh pada 1896, sejak Dow Jones Industrial Average dibentuk hingga kini, Dow telah kehilangan rata-rata 1,07% pada September. Sedangkan keuntungan rata-rata untuk bulan lainnya adalah 0,71%.

Rentang 1,78 persentase poin secara statistik, yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%, kerap digunakan ahli statistik untuk menentukan keaslian pola ini,paparnya.

Hulbert menuturkan, ada konsistensi luar biasa untuk kinerja buruk pasar saham selama September. Selama sembilan dekade terakhir, misalnya, peringkat relatif September terhadap bulan-bulan lainnya dalam hal kinerja, belum pernah lebih tinggi dari sembilan. Bahkan dalam lima dekade sempat anjlok, termasuk yang terburuk dalam satu dekade terakhir.

Reputasi mengerikan September juga sudah dikenal luas. Meskipun pola sering berhenti karena terlalu banyak investor yang mulai mencoba mengeksploitasi. Namun pola yang telah dikenal selama bertahun-tahun ini, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sebagai contoh, lebih dari 20 tahun yang lalu, ketika studi akademis muncul pertama kali, pencapaian September yang jauh di bawah rata-rata mulai dicatat. Sejak penelitian tersebut selesai, spread antara return rata-rata September dan semua bulan lainnya, bahkan semakin melebar.

Ada harapan, bahwa September ini, pola tersebut tidak terjadi. Terutama mengingat beberapa bulan terakhir merupakan masa sulit untuk pasar saham. Namun Hulbert yang juga pendiri Hulbert Financial Digest mengatakan, sulit membuat argumen seperti ini, melihat catatan sebelumnya.

Faktanya, pada kebanyakan September, performa pasar saham rata-rata memburuk, meskipun pencapaian bulan-bulan sebelumnya kurang baik, jelasnya.

Seperti sekarang, misalnya. Mungkin argumen terbaik yang dapat dijelaskan dari apresiasi pasar saham saat ini tentang September, adalah bahwa tidak ada alasan mengapa bulan harus sedemikian buruk untuk pasar saham.

Tanpa penjelasan teoretis yang baik untuk sebuah pola, ahli statistik sering mengingatkan, tetap ada kemungkinan yang tidak signifikan bahwa pola tersebut adalah palsu.

Hulbert menambahkan, hal ini bukan berarti tidak ada penjelasan tentang menyedihkannya kinerja rata-rata September. Tapi aku telah melihat banyak dan tidak pernah menemukannya, tutupnya.

Jika mengacu pada pendapat Hulbert, maka pelaku pasar ada baiknya menghindari September dan baru aktif lagi pada bulan selanjutnya. Lagu dari Green Day berjudul Wake Me Up When September Ends pun tampaknya tepat mengiringi aksi investor awal bulan ini. [ast]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA