Gubernur Kalsel Jangan Asal Jual Aset

HM
Oleh Harian Media Kalimantan
Sabtu 03 September 2011
share
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin - wordpress.com

INILAH.COM, Banjarmasin - Kebijakan Gubernur Rudy Ariffin yang berhasrat ingin melepas aset milik Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama perkantoran di Banjarmasin untuk membiayai pembangunan perkantoran baru di Banjarbaru, menuai kritik.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kalsel, Adhariani, menilai pola melego aset itu sangat tidak tepat, karena APBD Kalsel masih dibebani pula.

"Untuk membangun kantor baru di Banjarbaru, dana dari APBD Kalsel memang disedot secara berkelanjutan. Makanya, pola semacam itu tidak patut dilanjutkan dengan melepas aset-aset pemerintah daerah yang ada di Banjarmasin. Patut ingat, aset-aset yang ada di Banjarmasin yang masih ibu kota Kalsel itu memiliki nilai historis," kata Adhariani, Jumat (2/9/2011).

Riani berharap, jika memang kebijakan melego aset itutak bisa dibendung lagi, maka semua pihak harus mengawasi secara ketat, agar tak membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Komisi III DPRD Kalsel Puar Junaidi. Ia mengaku tak sepakat apabila aset Pemprov Kalsel yang ada di Banjarmasin dilepas.

"Aset tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk jadi sarana penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kalsel," ucapnya.


Ia mencontohkan aset tersebut disewakan pada pihak ketiga, atau pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta. "Saya tidak terlalu setuju apabila dilepas, lebih baik disewakan sehingga bisa menambah PAD," ucap Puar.

Legislator Partai Golkar ini mengungkapkan, pelepasan atau penjualan aset milik Pemprov Kalsel tersebut tidak membuat Pemprov Kalsel akan untung. Sebab, beber dia, mekanisme pelepasan harus melalui panitia lelang.

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel ini menilai hasil penjualan aset tersebut tidak langsung diambil seutuhnya oleh Pemprov Kalsel, melainkan harus disetor dulu kepada pemerintah pusat.

"Nah, kemudian pemerintah pusat akan membagi hasil kepada pemerintah daerah," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin siap melepaskan aset milik Pemprov Kalsel, dan membicarakan penjualan aset dengan DPRD Kalsel khususnya perkantoran di Banjarmasin, yang akan ditinggalkan pasca pemindahan ke Banjarbaru.

Hal itu, bagi Rudy, untuk menentukan aset mana yang perlu dipertahankan, dan mana yang akan dilepaskan untuk membiayai kelanjutan pembangunan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

Selain itu, pelepasan aset ini direncanakan dilakukan melalui lelang secara terbuka, dan bukan dalam bentuk ruislag atau tukar guling, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang bukan-bukan. [lal]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA