BI: Perbankan Lebih Kuat Hadapi Krisis

SN
Oleh Sandiyu Nuryono
Jumat 07 Oktober 2011
share
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kondisi perbankan nasional saat ini dinilai lebih kuat menghadapi krisis dibanding ketika krisis global yang terjadi di 2008.

Hal ini didasarkan pada hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terhadap perbankan nasional saat ini jika terjadi krisis. "Kalau kita lihat kondisi performance bank kita kan cukup bagus. Rata-rata CAR 17% dan NPL rendah. Artinya cukup kuat lah. Lebih Kuat dibandingkan kondisi 2008," ucap Deputi Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Irwan Lubis di Jakarta, (7/10).

Dalam stress test tersebut, jelasnya, BI melakukan uji volatilitas kurs rupiah maupun pengaruhnya ke sektor riil atau penurunan NPL saat terjadi krisis. "Saya angka persisnya ngga tahu. Tapi kalau katakanlah memburuk masih ada tekanan, NPL bisa 5%. Saya kira ngga masalah," jelasnya.

Alasannya, CAR perbankan cukup kuat dan struktur modalnya bagus. "Itu Common equity, bukan modal engineering. Artinya murni modal bank itu dari modal disetor laba ditahan. Ini yang kuat tier I-nya bukan tier III-nya," paparnya.

Hal senada diungkapkan Juru Bicara BI, Difi A Johansyah yang mengatakan, likuiditas perbankan juga telah dilakukan stress test. Hasilnya, bantalan likuiditas perbankan masih bagus. "Dan jumlah likuiditas masih memadai dan perbankan harus memperkuat likuiditas," tuturnya. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA