Mayat Dalam Kardus dan Koper

Sebelum Membunuh, Rahmat Setubuhi Ibu dan Anaknya

YM
Oleh Yudha Marhaena Setiawan
Jumat 21 Oktober 2011
share
Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Panik menghamili dua pacarnya, Rahmat Awiwi (26) dibantu temannya Kriswahyudi (27) tega membunuh janda anak dua yakni Ertati (36) dan anaknya Eryanti (6) pada Kamis (16/10).

Dua pelaku berhasil ditangkap di sebuah perusahaan pembuatan jok di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (21/10) pagi.

Dimintai pertanggungjawaban oleh korban yang hamil enam minggu, tersangka panik. Pasalnya, Rahmat juga dimintai pertanggungjawaban oleh salah satu pacarnya yang juga hamil enam minggu. Karena dituntut untuk bertanggungjawab oleh keluarga salah satu pacarnya, Rahmat memilih menghabisi Eryanti.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Edy Pramono didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika mengatakan, korban dengan tersangka sudah saling kenal pada tahun 2009 di kampung halaman keduanya di Lampung Utara. Ertati yang sudah bersuami namun pisah ranjang hijrah ke Jakarta pada tahun 2010.Hubungan keduanya sudah berlangsung dua bulan dan tinggal serumah.

Gatot menjelaskan, tersangka menghabisi korban dengan mengajak Kris dengan alasan mengambil surat ijin sakitnya pada Kamis (13/10), sore pukul 15:00 dirumah kontrakan tiga petak di Sukapura, Kawasan Berikat Nusantara , Sunter, Jakarta Utara. Pada saat datang, ada korban dan anaknya. Tersangka menyuruh Kris untuk membawanya ke teras depan rumah. Sebelum Ertati dibunuh, Rahmat sempat menidurinya lalu dibunuh menggunakan pisau yang ada dirumah korban.

Mendengar teriakan ibunya, Eryanti ke dalam. Rahmat memerintahkan Kris untuk membekapnya. Bejatnya lagi, sebelum anak ketiga korban tersebut dibunuh dengan cara dicekik lalu membakar wajah anak tersebut dengan menggunakan bensin dari sepeda motor miliknya merek Suzuki Smash, Rahmat sempat menidurinya dan memasukannya ke bagian vital dan duburnya. Agar tak ketahuan perbuatannya, mayat Ertati lalu dimasukkan ke dalam kardus televisi merek Sharp 21 inci dan mayatnya dibuang pada jumat dinihari dan ditemukan pada Jumat (14/10) siang, di kawasan Koja, Jakarta.

Sehari kemudian, mayat Eryanti yang dimasukan dalam koper berukuran 120x60 tersebut dibuang di kawasan Cakung,Jakarta Timur. "Pelaku terkena pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati," ucap Gatot.

Saat diwawancarai tersangka Rahmat mengakui perbuatannya. Dirinya menusuk Ertati sebanyak dua kali dibagian perut."Karena hamil dan dimintai nikah saya bunuh ," ucapnya.[iaf]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA