Pembunuh Wanita Dalam Kardus Diduga Hypersex

YM
Oleh Yudha Marhaena Setiawan
Sabtu 22 Oktober 2011
share
 

INILAH.COM, Jakarta - Rahmat Awawi (26) otak pelaku pembunuhan mayat dalam koper dan kardus diduga mengalami kelainan seksual. Pasalnya, tersangka tega memperkosa anak dibawah umur lalu membunuhnya dengan keji.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro jaya Kombes Pol Gatot Edy Pramono mengatakan kemungkinan pelaku mempunyai kecenderungan seks menyimpang, yaitu hypersex. Pasalnya, tersangka juga tak bisa tidak melakukan hubungan seksual.

"Karena itu Rahmat memperkosa anak Ertati yakni Eryanti yang masih berusia enam tahun," ungkap Gatot saat memberikan keterang pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/10/2011) malam.

Namun dirinya belum bisa memastikan tersangka mempunyai kelaian seksual atau psikologis. "Kita akan lakukan psikolgis juga dalam perliakunya yang menyimpang tersebut," ucapnya.

Seperti diketahu, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di dalam kardus di Jl Kurnia, Gang D, Jakarta Timur pada Jumat (14/10/2011) siang lalu. Di dalam kardus tersebut, ditemukan tiga lembar pas foto berwajah seorang pemuda diperkirakan berusia 15-20 tahun.

Keesokannya, Sabtu (15/10/2011), mayat bocah perempuan berusia sekitar 5-10 tahun ditemukan di dalam koper ditemukan di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku juga meninggalkan petunjuk serupa seperti pada mayat di Koja, yakni sebuah kartu nama.

Tersangka menghabisi korban dengan mengajak Kris dengan alasan mengambil surat ijin sakitnya pada Kamis (13/10/2011), sore pukul 15:00 dirumah kontrakan tiga petak di Sukapura, Kawasan Berikat Nusantara , Sunter, Jakarta Utara. Pada saat datang, ada korban dan anaknya. Tersangka menyuruh Kris untuk membawanya ke teras depan rumah. Sebelum Ertati dibunuh, Rahmat sempat menidurinya lalu dibunuh menggunakan pisau yang ada dirumah korban.

Mendengar teriakan ibunya, Eryanti ke dalam. Rahmat memerintahkan Kris untuk membekapnya. Bejatnya lagi, sebelum anak ketiga korban tersebut dibunuh dengan cara dicekik lalu membakar wajah anak tersebut dengan menggunakan bensin dari sepeda motor miliknya merek Suzuki Smash, Rahmat sempat menidurinya dan memasukannya ke bagian vital dan duburnya. Agar tak ketahuan perbuatannya, mayat Ertati lalu dimasukkan ke dalam kardus televisi merek Sharp 21 inci dan mayatnya dibuang pada jumat dinihari dan ditemukan pada Jumat (14/10) siang, di kawasan Koja, Jakarta.

Sehari kemudian, mayat Eryanti yang dimasukan dalam koper berukuran 120x60 tersebut dibuang di kawasan Cakung,Jakarta Timur. "Pelaku terkena pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati," ucap Gatot.[iaf]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA