Investor Tunggu Kejelasan Integrasi Fiskal Eropa

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Minggu 04 Desember 2011
share
reuters.com

INILAH.COM, New York - Pada pekan depan pasar saham dunia akan mencermati beberapa peristiwa besar dalam mengatasi krisis baik di Eropa maupun AS.

Peristiwa besar dari Eropa pada pekan mendatang termasuk soal kebijakan suku bunga dari ECB pada Kamis mendatang. Sedangkan hari Jumat, merupakan pertemuan puncak pemimpin Uni Eropa.

Investor menunggu tindaklanjut integrasi fiskal dari Kanselir Jerman, Angela Merkel. Dalam KTT tersebut diharapkan akan terjadi lobi. "Itulah yang diharapkan pasar sehingga akan mendapatkan harapan. Langkah ECB membeli obligasi. Itulah yang diinginkan pasar," kata Bill Stone, Kepala Strategi Investasi dari PNC Group Asset Management.

Jerman dan Prancis telah sepakat untuk melakukan cara radikal untuk melakukan integrasi fiskal Uni Eropa pada akhir November. Investor menjadi optimis dengan langkah baru di Eropa dalam mengatasi krisis utang.

Kedua negara menyadari akan tidak mendapat dukungan jika hanya melakukan perubahan perjanjian. Akhirnya mereka mendorong integrasi fiskal.

Menteri keuangan Uni Eropa akan melakukan pertemuan Selasa besok. Mereka akan membahas aturan-aturan operasional yang rinci dalam kebijakan bailout. Dalam pertemuan itu diharapkan terjadi kesepakatan terobosan batu tersebut.

Dengan begitu pentingnya pertemuan itu, baik bagi pasar saham juga bagi AS. Bahkan Menkeu AS, Timothy Geither melakukan lawatan sebelum dilaksanakan KTT tersebut. Geither akan bertemu pejabat ECB dan Jerman di hari Selasa. Untuk hari Rabu, dijadwalkan bertemu pejabat Prancis dan Spanyol. Pejabat Italia akan diberi jadwal pada hari Kamis.

Pasar menunggu keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) dengan Bank of England dan Bank Sentral Australia yang mengadakan pertemuan membahas kebijakan moneter. Investor AS juga masih fokus terhadap data China dan data AS.

Pada pekan lalu, sudah diawali dengan perkembangan positif dari Eropa. Beberapa bank sentral membuat pembiayaan dolar yang lebih mudah melalui pengaturan swap. Hasil dari pertemuan menteri keuangan Uni Eropa ini diharapkan efektif untuk mempeluas Fasilitas Stabilisasi Keuangan Eropa (EFSF).

"Ini langkah yang cukup jelas dalam tahap penyelesaian krisis Eropa untuk ke depan karena telah membuat semacam resolusi," kata Chris Konstantinos, dari Riverfront Investment, yang dikutip dari marketwatch.com.

Dampaknya, akan menguatkan euro dan mengurangi imbal hasil obligasi Uni Eropa. Imbal hasil obligasi seperti Italia ke level 3%-4% dari level tertinggi di 7%.

Pasar juga diperkirakan akan terpengaruh kebijakan pelonggaran cadangan China. Dalam jangka panjang akan bermanfaat bagi pasar negara berrkembang dan harga komoditas.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA