Dewan Komisioner OJK

"Jangan Diisi Mantan Pelaku Industri Keuangan"

SN
Oleh Sandiyu Nuryono
Minggu 04 Desember 2011
share
pengamat ekonomi INDEF, Iman Sugema - IST

INILAH.COM, Jakarta Sebagai lembaga pengawas, sangat riskan jika anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diisi oleh orang yang tidak independen.

"Kalau di DK OJK dimasukkin player (mantan pelaku industri keuangan) akan menimbukan masalah kalau kita terjadi krisis," jelas pengamat ekonomi INDEF, Iman Sugema akhir pekan ini.

Masalah yang timbul adalah adanya konflik kepentingan saat anggota DK yang berasal dari pelaku industri keuangan mengawasi mantan institusi yang pernah dipimpinnya jika masuk dalam perusahaan bermasalah.

Iman mencontohkan yang terjadi di AS itu baik dari Kementerian Keuagan dan bank sentralnya di isi oleh kebanyakan player. "Ketika mereka melakukan bailout, best practice-nya kan hanya untuk perbankan. Tapi yang terjadi adalah bailout dilakukan untuk investment bank atau securities company," terangnya.

Untuk itu, agar tidak terjadi hal serupa dengan yang di AS, Iman menyarankan, OJK nanti tidak diisi oleh mantan pelaku industri keuangan. "Karena itu di Indonesia harus secara tegas untuk bisa memisahkan antara pejabat di regulator dengan player. Kalau terindikasi bermain player atau dititipkan atau bekas payer sebaiknya tidak ditunjuk," ujarnya

OJK adalah lembaga independen yang bertugas mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA