Tenaga Kerja AS Siap Pacu 'Rally' IHSG

AM
Oleh Ahmad Munjin
Minggu 04 Desember 2011
share
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta Laju IHSG sepekan ke depan, diprediski kembali rally. Positifnya data tenaga kerja AS di atas ekspektasi, jadi katalisnya. Pilih saham sensitif inflasi dan punya aksi buy back.

Pada perdagangan Jumat (2/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah tipis 1,26 poin (0,03%) ke level 3.779,836. Harga intraday tertingginya mencapai 3.781,468 dan terendah 3.757,451. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 0,41 poin (0,06%) ke level 669,501.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, indeks saham domestik bakal kembali rally dalam sepekan ke depan. "Support indeks di level Rp3.700 dan resistance Rp3.850," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.

Menurutnya, penguatan indeks dipicu oleh data non-farm payrolls AS yang angkanya dirilis bertambah 120 ribu untuk November dan tingkat pengangguran turun ke level 8,6%. Angka ini merupakan yang terendah dalam 2,5 tahun. "Data ini semakin membuktikan bahwa pemulihan ekonomi AS tengah memperoleh momentum," ujarnya.

Apalagi, Cece menegaskan, bursa Eropa juga sudah memberikan sinyal positif. Di sisi lain, saham-saham di sektor perbankan, properti dan tambang juga sudah mengawali kenaikan kenaikan pada Jumat (2/12).

Namun demikian, Cece menyarankan agar pasar tetap mencermati faktor lain yang berpengaruh ke market. Salah satunya dan yang utama adalah realisasi penyaluran dana murah dalam dolar AS dari 6 bank utama yang dikoordinasikan Bank Sentral AS The Fed ke bank-bank Eropa. "Pasar menantikan realisasinya dari Komite Penyelesaian Krisis Utang Eropa," paparnya.

Masalahnya, kata Cece, pekan lalu, para investor belum melihat adanya solusi jitu. Menurutnya, jika sudah ada komitmen dan solusi yang tepat, indeks sudah dipastikan naik. "Sebab, selain data tenaga kerja AS yang positif, data aktivitas pabrikan negeri Paman Sam itu juga naik. Begitu juga dengan data upah sektor swasta," ungkapnya.

Pada saat yang sama, bursa Eropa mengakhir pekan lalu pada teritori positif. "Hal ini sebagai tanda adanya kepercayaan investor di Eropa terhadap adanya solusi krisis utang yang akan diputuskan oleh pemimpin Eropa," timpal Cece.

Di atas semua itu, Cece merekomendasikan positif saham-saham yang terpengaruh inflasi seperti perbankan, properti, dan otomotif pada grup Astra. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi November 2011 berada di jalur yang benar (melandai) meskipun angkanya 0,34% sedikit di atas ekspektasi 0,33%. "Tapi year on year masih melandai di level 4,15%," ujarnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK), PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA.JK), dan PT Surya Semesta Internusa (SSIA.JK). Lalu, PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK) dan PT Bank Central Asia (BBCA.JK).

Saham pilihannya pada grup Astra adalah PT Astra Internasional (ASII.JK), PT United Tractor (UNTR.JK), dan PT Astra Agro Lestari (AALI.JK). Di sektor pertambangan direkomendasikan saham PT Bukit Asam (PTBA.JK) karena alasan aksi korporasi buy back saham. "Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut," imbuhnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA