Ditembak di Papua, Brimob Dimakamkan di Palembang

HB
Oleh Harian Berita Pagi Palembang
Senin 05 Desember 2011
share
foto:ilustrasi

INILAH.COM, Palembang - Bripda Eko Afriansyah, satu dari dua anggota Brimob yang ditembak kelompok orang tak dikenal di Puncak Jaya, Papua, ternyata berasal dari Sumsel. Jenazah almarhum tiba di Palembang dengan pesawat GA 126, Minggu (4/12/2011) malam, dan akan dikebumikan hari ini.

Bripda Eko dari Satuan Gegana Mabes Polri, tewas ditembak saat dihadang kelompok bersenjata di Kali Semen, Kampung Wandigobak Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu lalu sekitar pukul 15.00 WIT.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik M Arief Mansyur melalui Kabid Humas Kombes Pol Sabruddin Ginting, saat memimpin upacara penerimaan jenazah almarhum di terminal Cargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, mengatakan, sebagai keluarga besar, Polda Sumsel menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bripda Eko Afriansnyah saat dinas di Papua.

"Setelah penerimaan, kemudian jenazah diberangkatkan ke rumah duka dan besok siang (hari ini-red) akan kita lakukan pemakaman secara dinas di TPU di kawasan rumah duka," katanya.

Anak pertama dari empat bersaudara pasangan, Siti Khodja dan Uson (almarhum) itu, tewas akibat penyerangan sporadis oleh kelompok sipil bersenjata di Papua. Saat satu rombongan Brimob baru pulang dari menjemput dua anggota Brimob yang sakit di pos Tingginambut. Ketika di perjalanan kelompok bersenjata langsung menghadang dan melakukan penembakan. Penyerangan itu juga membuat seorang Brimob lainnya, Bripda Syukur, mengalami luka tembak di bagian paha.

Dalam hal ini Bripda Eko diterbangkan dari Jayapura pukul 12.20 WIT dengan pesawat Garuda dan transit di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten pukul 16.30 WIB. Kemudian, diberangkatkan ke Palembang pukul 18.00 WIB.

Perwakilan pihak keluarga almarhum, Muhklis Yulianto yang datang dari Desa Air Batu, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, untuk menjemput jenazah. "Almarhum ini anak pertama dari empat bersaudara dan bapak dari almarhum juga polisi, dan almarhum yang bersifat ramah serta supel ini sudah satu bulan dinas di Papua, masuk polisi tahun 2009," ujarnya.
Menurut Muhklis, ibu almarhum tidak bisa ikut menjemput karena masih shock. [mar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA