Pimpinan Baru KPK

Tangkap Penguasa, Keberanian KPK Hanya 60 Persen

MS
Oleh Marlen Sitompul
Senin 05 Desember 2011
share
KPK - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Praktisi hukum Ahmad Rifai kurang yakin dengan kepemimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, ke empat pimpinan baru tersebut masih dalam lingkaran kekuasaan dan lobi-lobi politik.

Ditegaskannya, KPK tidak akan mampuh memberantas tindak kejahatan korupsi, sebagaimana yang dijanjikan oleh pimpinan terpilih pada saat uji kelayakan di Komisi III DPR.

"Kalau saya menilai hanya 60 persen KPK berani dan 40 persen tidak berani (tindak kasus besar). Pimpinan KPK ke depan sangat berat, siapapun ketua KPK akan mempunyai tantangan baru" kata Rifai ketika dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (4/12/2011).

Lebih lanjut Rifai menjelaskan, KPK akan sangat sulit memberangus korupsi. Dikatakannya, korupsi merupakan bagian dari para penguasa serta elit-elit pemerintah. "Ini adalah masalah kekuasaan, oleh sebab itu KPK harus serius dan memiliki keberanian," tegasnya.

Ketua KPK Abraham Samad, jelas Rifai, harus mampuh menjaring para pelaku korupsi kelas kakap termasuk para penguasa. KPK, lanjutnya, jangan hanya menangkap kasus tindak kejahatan korupsi kelas kecil saja.

"Korupsi ini tidak hanya memancing, tapi menciptakan jala yang besar untuk menangkap ikan yang lebih besar pula. Tentu tantangannya akan lebih besar," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Abraham Samad terpilih menjadi Ketua KPK Jilid III, Jumat lalu. Selain Abraham, Komisi III DPR juga memilih tiga pimpinan lain, yakni Bambang Widjajanto, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen. Keempat pemimpin baru KPK tersebut akan menggantikan Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, Haryono Umar, dan M Jasin yang masa jabatannya akan berakhir pada 17 Desember mendatang. [mar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA