Kurangi Investasi Infrastruktur

China Fokus Hadapi Resesi Global

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Minggu 18 Desember 2011
share
shanghaiphotograph.com

INILAH.COM, Beijing - Pemerintah China meningkatkan peran swasta dalam investasi sektor infrastruktur dan sektor keuangan pada tahun 2012.

Demikian pernyataan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China. Kebijakan ini diambil karena pemerintah China akan lebih memfokuskan pada kebijakan untuk menghadapi perlambatan ekonomi global. Demikian mengutip cnbc.com.

Pihaknya mendukung investasi swasta di bidang kereta api, ulititas dan proyek-proyek keuangan. Pemerintah selama ini sangat mendominasi proyek tersebut.

Tugas menstabilkan harga konsumen akan menjadi lebih penting di tahun depan. Walaupun pemerintah China sudah mencanangkan untuk mengendalikan inflasi sejak awal tahun ini.

Pada tahun 2011, negara dengan ekonomi terbesar kedua ini mengalokasikan 600 miliar yuan. Tingginya investasi yang dikeluarkan China sudah dilakukan sejak 2008. Saat itu, pemerintah membantah krisis keuangan global telah mempengaruhi China. Investasi pun dilakukan secara besar-besaran walaupun akhirnya menumpuk utang hingga 2 triliun yuan atau senilai dengan US$313,8 miliar.

Pergeseran kebijakan pemerintah ini, untuk memungkinkan membantu sektor UKM. Sektor ini diyakini telah mengalami tekanan cukup parah bila terjadi krisis global.

Zhang Dejiang, salah satu wakil PM China mengisyaratkan pemerintah akan memberi insentif keuangan dan pajak bagi UKM. Sebab sektor UKM merupakan penggerak 60% ekonomi China dan 80% penduduk bertumpu pekerjaan pada sektor ini.

Kebijakan UKM dilakukan dengan mempermudah skema pinjaman. Pemerintah juga memberi kesempatan bagi swasta untuk mengembangkan sektor ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA