Ada Lagi Jaksa Peras Saksi

RS
Oleh Renny Sundayani
Jumat 06 Januari 2012
share
ilustrasi - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Sulawesi Selatan, Rakhmat Harianto resmi dicopot dari jabatanya menyusul adanya laporan Rakhmat memeras saksi perkara yakni Rommy Hartono Theos sebesar Rp 500juta.

"Untuk sementara dikenakan sanksi hukuman tingkat berat berupa pencopotan jabatan struktural sebagai Kajari Takalar," tegas Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) Marwan Effendy kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/1/2012)

Rakhmat kemudian akan dipindahkan ke Kejaksaan Agung. Meski sudah mencopot Rakhmat, Marwan mengaku belum bisa memastikan unsur pidana berupa pemerasan yang dilakukan Rakhmat, "Belum cukup buktinya untuk mengarah ke sana," tegasnya.

Kasus pemerasaan itu terjadi, ketika Kajari Takalar menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit kapal penyeberangan dan bus air pada Dinas Perhubungan Kabupaten Takalar tahun 2010 senilai Rp 1,5 miliar.

Penyidik telah menetapkan William, sebagai tersangka. Di tengah proses penyidikan, terjadi pertemuan antara Kepala Kejari, Rakhmat Harianto dan saksi Rommy. Pertemuan juga diikuti Kasipidsus bernama Tuwo. Rakhmat tidak sadar bahwa pertemuan tersebut diam-diam direkam Rommy menggunakan telepon seluler.

Dalam pertemuan tersebut Rakhmat Harianto mengancam menaikkan status Rommy dari saksi menjadi tersangka jika Rommy tidak menyerahkan uang Rp 500 juta. Namun Rommy tidak menyanggupi permintaan tersebut.

Mengenai keterlibatan Tuwo, Marwan menyatakan masih mendalaminya. Belum ada sanksi untuknya hingga saat ini. [tjs]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA