Pasar Reksa Dana akan Tumbuh 10% di 2012

AM
Oleh Agustina Melani
Rabu 18 Januari 2012
share
IST

INILAH.COM, Jakarta - Reksa dana saham masih mendominasi dana kelolaan untuk pasar reksa dana yang diperkirakan akan tumbuh 10% di 2012.

"Krisis Eropa tidak dapat dihindari. Kalau krisis Eropa bisa diatasi dengan baik, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana dapat tumbuh 15%-17% pada 2012, bila itu tak membaik maka pertumbuhan industri reksa dana lebih konservatif sekitar 10% bahkan kurang dari itu," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, produk reksa dana terproteksi pun banyak yang jatuh tempo pada 2012. Para manajer investasi akan siap-siap untuk mencari produk tersebut. Tetapi jumlah produk terproteksi yang jatuh tempo pada 2012 belum dapat dipastikan.

Pada tahun 2011, produk reksa dana terproteksi yang jatuh tempo sekitar Rp5 triliun. "Untuk obligasi jatuh tempo yang diproteksi dan dipegang belum tahu berapa, tapi kita harus menyiapkan produk pengganti," kata Abiprayadi.

Menurut Abiprayadi, dana kelolaan reksa dana juga masih akan didorong dari reksa dana saham. Hal itu dikarenakan suku bunga acuan rendah di level 6%, dan ada wacana suku bunga acuan akan kembali diturunkan, masih akan membuat reksa dana saham akan menarik.

"Ketika bunga acuan sekitar 7% pada tahun lalu tidak otomatis tertarik dengan produk yang suku bunga sekitar itu. Pada 2012 ini dana kelolaan reksa dana masih akan didorong dari reksa dana saham," tegas Abiprayadi.

Selain itu, pihaknya mengharapkan investor ritel dapat ditingkatkan ke depan. Investasi reksa dana pun diharapkan dapat mulai dari Rp500 ribu, tetapi dilakukan secara berkala. Hal itu diharapkan dapat mendukung industri reksa dana.

"Asosiasi menekankan untuk memperluas investor based jadi tidak hanya yang memiliki uang saja tetapi lebih kepada ritel," tegas Abiprayadi.

Berdasarkan data APRDI, dana kelolaan reksa dana sekitar Rp168,23 triliun dengan jumlah oustanding 98,98 miliar. Adapun jumlah reksa dana mencapai 646 reksa dana dengan jumlah pemegang unit 463.327.

Menurut Abiprayadi, industri reksa dana juga dapat didukung dari demografi penduduk Indonesia. Dengan jumlah usia produktif Indonesia cukup besar. Hal itu akan membuat investor reksa dana akan lebih luas dengan target investor ritel melalui sosialisasi dan edukasi.

"Dengan rajin edukasi terutama ke investor ritel sehingga dalam waktu lima hingga sepuluh tahun lagi mempunyai investor based luas. Investor pun terbiasa investasi secara reguler dengan disiplin installment," kata Abiprayadi. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA