Manajer Investasi Asing Jajaki Pasar Indonesia

AM
Oleh Agustina Melani
Rabu 18 Januari 2012
share
 

INILAH.COM, Jakarta - Meski Indonesia telah mendapatkan rating investment grade, manajer investasi asing masih mempertimbangkan beberapa hal untuk masuk ke Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto menuturkan, investment grade yang diperoleh Indonesia oleh Fitch Rating memberikan sentimen positif untuk Indonesia. Para manajer investasi asing dan dana pensiun luar negeri mempertimbangkan untuk masuk ke Indonesia. Dengan invesment grade tersebut akan membuat investor asing masuk ke surat utang Indonesia.

Lembaga Fitch Ratings pada Kamis (15/12/2011) telah menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB- dengan proyeksi stabil dari BB+ dengan proyeksi stabil aau masuk investment grade. Setelah Fitch, hari ini Moody's Investor Service menaikkan peringkat Indonesia menjadi Baa3 dari Ba1.

Meski investment grade tersebut telah diraih, investor asing akan mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, investor asing masih akan melihat resiko mata uang. Apakah mata uang Indonesia tersebut stabil. Kedua, perlindungan investor. Investor asing tersebut akan mempelajari sejauhmana kenyamanan berinvestasi di Indonesia.

"Dana pensiun luar negeri tidak semata langsung masuk tapi belajar melihat currencynya bagaimana dan sejauh mana perlindungan investor kalau sudah masuk," kata Abiprayadi.

Menurut Abiprayadi, para pelaku industri reksa dana memang harus rajin melakukan sosialisasi dan road show ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mendukung turut industri reksa dana Indonesia. "Kita ajak mereka ke sini dan melakukan pembicaraan kalau investor asing dan domestik juga terlindungi," ujar Abiprayadi.

Abiprayadi menuturkan, ada beberapa manajer investasi asing yang melakukan diskusi dengan pihaknya mengenai investasi reksa dana di Indonesia. Ada sekitar dua hingga tiga manajer investasi asing yang menjajaki masuk ke Indonesia. "Ada sharing dengan APRDI tetapi ijin tetap di Bapepam-LK. Kami membicarakan bagaimana perkembangan industri reksa dana," tutur Abiprayadi. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA