Korban Jagal Gay Nganjuk

Autopsi Ulang, Makam Romadhon Dibongkar

IN
Oleh inilahcom
Rabu 22 Februari 2012
share
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Ngawi - Makam Romadhon salah satu korban pembunuhan gay asal Nganjuk, Mujianto alias menthok, dibongkar oleh Polres Nganjuk dan Dokkes Polda Jatim. Hal tersebut dilakukan untuk mengautopsi jenasah bapak tiga anak ini.

Dari pantauan, lokasi TPU di Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi dipenuhi oleh warga sekitar yang hendak melihat proses pembongkaran, makam Romadhon. Namun mereka tidak bisa melihat dari dekat. Karena selain dijaga ketat sekitar makam yang dibongkar juga dibatasi kain putih dengan tinggi lebih dari dua meter.

Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Sukono mengatakan, pembongkaran ini dilakukan oleh petugas untuk melengkapi barang bukti berkas kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Mujianto. "Pembongkaran ini dilakukan untuk mencari barang bukti baru," ujarnya, Rabu (22/2/2012).

Sementara saat ditanya lebih lanjut tentang adanya perkembangan kasus pembunuhan yang diduga berlatar berlakang cinta sesama jenis ini, Sukono mengaku tidak mengetahui."Yang menangani kasus ini Polres Nganjuk. Dan kami disini hanya dimintai bantuan unuk mengamankan lokasi," tutur Sukono.

Sementara itu, pihak keluarga Romadhon mengaku keberatan dengan pembongkaran ini. Mereka beralasan kasihan dengan mendiang Romadhon yang seharusnya sudah tenang di dalam makam harus dibongkar kembali.

"Kasihan Mas Dhon kalau makamnya dibongkar kan sudah cukup lama mas dimakamkan. toh dulu informasinya sudah di autopsi kenapa sekarang diautopsi lagi," ujar adik ipar korban, Muhamad Nasir menyampaikan keberatan dari pihak keluarga.

Meski mengaku keberatan, lanjut Nasir, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk menghalangi petugas. Karena hal itu dilakukan untuk keperluan hukum."Ya mau gimana lagi kalau memang dari kepolisian harus begitu ya sudah. Yang penting pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," pungkas Nasir.

Proses pembongkaran makam dan autopsi jenasah Romadhon ini dilakukan sejak pukul 10.00 WIB tadi. Hingga petang hari proses autopsi masih terus berlangsung. Sedang pihak Polres Nganjuk yang melakukan autopsi juga belum bisa dimintai keterangan.[beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA