Pemerintah Diminta Bina Para Napi Kasus Terorisme

MS
Oleh Marlen Sitompul
Rabu 22 Februari 2012
share
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Proses deradikalisasi (upaya menetralisir paham radikal bagi mereka yang terlibat terorisme) terorisme harus dilakukan secara komprehensif. Jangan sampai para teroris yang telah ditangkap dan menjalani hukuman kembali melakukan aksi teror setelah mengakhiri masa hukumannya.

Menurut anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Helmy Fauzi, kelompok atau individu yang berpotensi atau pernah melakukan tindakan radikal harus dibina dan digalang. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya radikalisme juga harus dipelajari.

"Pembinaan mantan napi yang telah selesai menjalani hukum juga harus dilakukan, misalnya mantan napi terorisme. Jangan ketika dia bebas malah merekrut lagi. Ini menunjukan tak ada pembinaan yang komprehensif," kata Helmy disela seminar yang bertajuk "Kajian Strategik Terhadap UU Intelijen Dalam Rangka Deradikalisasi Terorisme" di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Terhadap para napi ini, tambahnya, perlu dilakukan pembinaan dan penggalangan, agar mereka tidak mengulangi tindakan yang mereka perbuat sebelumnya.

Selain itu, Helmy mengingatkan perlunya keterlibatan antarsektor dan departemen, termasuk masyarakat dalam melakukan deradikalisasi. "Tak cuma tugas BIN, TNI, Polri, tapi perlu kerja sama antar agensi, juga kalangan masyarakat," jelasnya. [mvi]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA