Ade Nasution: Mafia Minyak Sulit Masuk Petral

IN
Oleh inilahcom
Senin 27 Februari 2012
share
Mantan Anggota DPR Ade Daud Nasution - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Anggota DPR Ade Daud Nasution menjelaskan, dengan dilakukannya tender internasional impor minyak yang dilakukan PT Pertamina Energi Trading (Petral), Kamis (23/2/2012) akan sulit bagi mafia minyak untuk melakukan aksinya.

"Dengan adanya tender internasional import minyak yang dibuka hari itu, yang kami asumsikan, apabila sejak Petral Ltd berdiri dan beroperasi di Singapura, melakukan tender untuk seluruh pembeliannnya secara terbuka, diikuti peserta bonafid dengan jaminan, keputusan serta harga terendah, siapapun bisa bilang, susah ada mafia minyak," papar Ade Daud Nasution, dalam klarifikasi sekaligus hak jawabnya, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/2/2012).

Ade Daud Nasution sebelumnya mendatangani kantor Petral di Singapura, Kamis (23/2/2012) guna mengklarifikasi persoalan dugaan adanya mafia minyak. Dalam pertemuan itu, Ade mendapat penjelasan secara detil tentang proses tender minyak mentah yang dilakukan Petral. Ade juga sempat diwawancara seusai pertemuan yang kebetulan bersamaan dengan kunjungan belasan wartawan ke kantor Petral.

Ia juga memaparkan, soal pengecekan betul tidaknya (soal tender), bukan tugas dan hak dirinya. Semua berpulang kepada inspektur Pertamina, Badan Pengawas Keuangan (BPK), Badan Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintah (BPKP) atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Juga ada tugas Humas Pertamina tidak dijalankan baik," imbuhnya lagi.

Mengenai minyak Azzeri (Azzerbajian) yang data-datanya sudah dierahkan kepada KPK, lanjut Ade Nasution adalah firm, karena adanya keharusan dibeli secara government to government (G to G) sesuai keputusan pemerintah.

"Mengenai harga dapat di settle secara OSP (harga jual resmi) dan adanya keterangan Petral, bahwa Socar (perusahaan minyak Azerbaijan) tidak dimiliki 100 persen oleh pemerintah, tidak relevan. Karena pemerintah RI membeli minyak mentah dari Saudi Arabia, secara G to G, dari Aramco yang dimiliki sebagian saham perusahaan minyak Amerika," ungkap Ade Daud Nasution. [mdr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA