Program Cagub

Atasi Macet, Foke-Nara Pilih Teruskan Program

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Kamis 29 Maret 2012
share
inilah.com/Agus priatna

INILAH.COM, Jakarta - Kemacetan, menjadi masalah utama yang dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta. Meski hingga kini belum terasa adanya perubahan berarti, namun kemacetan masih komoditas para pasangan calon Gubernur dalam berkampanye.

Entah, telah berapa lama, masyarakat Jakarta mengidamkan seorang pemimpin yang mampu mengatasi kemacetan di jalan Ibukota. Meski sebagian pesimis jika masalah kemacetan bisa teratasi, namun menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta, harapan munculnya pemimpin yang bisa memecahkan masalah itu kembali muncul.

Memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat, para pasangan calon Gubernur pun, menjanjikan dan menjadikan program penanganan kemacetan menjadi suatu program unggulan. Tidak terkecuali pasangan calon incumbent, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Jika pasangan calon lain mengklaim memiliki cara jitu dalam mengatasi kemacetan, pasangan yang akrab disapa Foke dan Nara ini, memilih meneruskan program-program yang telah ditetapkan sebagai program dalam mengatasi kemacetan di Ibukota. seperti peningkatan fasilitas angkutan, pembangunan moda transportasi massal MRT atau mengembangkan jaringan jalan.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang juga maju sebagai calon incumbent yang didukung tujuh partai politik pernah mengatakan, penyebab kemacetan diakibatkan makin tingginya jumlah kendaraan yang beroperasi di Jakarta. Namun jumlah tersebut tidak sebanding dengan jaringan jalan yang ada di Jakarta. Untuk itu, pengembangan angkutan massal serta membangun jaringan jalan dilakukan dalam mengatasi kemacetan.

"Dengan pengembangan angkutan umum masal, diharapkan pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke angkutan, sehingga jumlah kendaraan pribadi yang beroprasi di Jakarta dapat dikurangi," kata Foke.

Khusus pengembangan angkutan umum, Jakarta masih menganggap transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT) serta mass rapid transit (MRT) menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kemacetan. Kedepannya, program pengembangan angkutan umum, adalah menambah koridor TransJakarta yang saat ini 11 koridor, menjadi 15 koridor, dan proyek pengadaan MRT saat ini masih terus berjalan.

"Diharapkan pembangunan fisik proyek MRT dapat berlangsung sesuai jadwal di tahun 2012 dan Insya Allah MRT akan mulai beroperasi pada tahun 2016," katanya

Sementara program pengembangan jaringan jalan terus diupayakan dan telah berjalan. Pada tahun 2011, telah diselesaikan pembangunan Jalan Tol W-1 Kembangan " Kamal. Pembangunan missing link Jalan Joglo Raya , Jalan Bekasi Raya (Bank Mandiri) dan Kelapa Gading " Terminal Pulo Gadung perlu mendapat prioritas. Adapun Jalan Tol Ulujami " Kembangan diharapkan dapat berfungsi pada tahun 2013, sedangkan pembangunan Tol Akses Tanjung Priok, telah dimulai pada tahun 2011 dan diharapkan berfungsi pada tahun 2014.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA