Pemadaman Listrik Marak Karena Subsidi Minim

TS
Oleh Tio Sukamto
Rabu 25 April 2012
share
Inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menilai pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya belakangan ini, diperkirakan karena kecilnya subsidi yang diberikan pemerintah kepada PT PLN (Persero) pada tahun ini. Akibatnya biaya operasional perusahaan listrik pelat merah tersebut dalam menjaga kehandalan listrik menjadi menurun.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris JenderalMETI Yani Witjaksono, kepada INILAH.COM saat ditemui di Jakarta Rabu (25/4/2012). "Bisa jadi memang demikian, tapi memang subsidi untuk sektor energi harus dikurangai karena memang banyak yang tidak berhak menerimanya," kata Yani.

Yani mengatakan dengan subsidi sebesar Rp 64 triliun yang diberikan pemerintah sebisa mungkin PLN harus menggunakannya dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu dirinya berharap agar proyek pembangkit listrik 10.000 mega watt tahap pertama (PLTU) agar dikebut pembangunannya. Sebab, dengan adanya pembangkit tersebut secara otomatis mengurangi biaya pembangkitan yang kebanyakan saat ini menggunakan BBM.

Saat ini elekrtrifikasi nasional baru tercapai 70%. "Bangun segera pembangkit terutama PLTU. Karena Indonesia lebih kompleks masalahnya karena negara kepulauan," ujar dia.

Yani menambahkan secara korelasi pendapatan masyarakat dan penggunaan listrik Indonesia masih di atas Vietnam dan China. "Coba kalau listrik di harga keekonomian, pasti akan banyak dihemat sebanyak mungkin. Sebab kalau tarifnya naik pasti orang akan banyak cari teknologi untuk penghematan, salah satunya dari energi terbarukan yang memang lebih murah." [tjs]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA