Pasar Terpukul Data China dan JP Morgan

AM
Oleh Ahmad Munjin
Jumat 11 Mei 2012
share
Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak melemah. Pasar mendapat sentimen negatif setelah data-data China menunjukkan perlambatan dan faktor kerugian JP Morgan.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah akhir pekan ini masih didominasi oleh memburuknya sentimen global. Salah satunya adalah rentetan data China yang dirilis hari ini yang menegaskan perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Data-data tersebut antara lain, data-data investasi China, produksi industri, inflasi dan penyaluran kredit.

Semua data itu menunjukkan perlambatan."Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah sempat mencapai level terlemahnya 9.200 dan 9.135 sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan 9.180 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta,Jumat (11/5/2012) ditutup melemah 10 poin (0,10%) ke angka Rp9.180/9.200 dari posisi kemarin 9.170/9.180.

Selain China, sentimen buruk datang dari AS setelah tadi pagi JP Morgan melaporkan kerugian trading sebanyak US$2 miliar.Hal ini, lanjut dia, dibaca pasar akan mempermulus pengetatan trading perbankan sehingga tidak fleksibel lagi.

Kondisi ini, lanjut Firman, memukul bursa saham global sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah. "Pada saat yang sama, pasar masih menantikan perkembangan politik di Yunani dan juga Spanyol," timpalnya.

Tapi, di sisi lain, pelemahan rupiah tidak terlalu tajam karena ada sedikit euforia atas harapan bisanya Yunani untuk membentuk pemerintahan koalisi. "Sebab, hari ini Pimpinan Partai PASOK dan Pimpinan Partai Demokrasi Baru bertemu untuk membahas kemungkinan membentuk koalisi pemerintahan," ujar Firman.

Memang, kata dia, dari pertemuan tersebut belum ada statemen lebih lanjut. "Tapi harapan tersebut berhasil memberikan sentimen positif," kata dia.

Pada saat yang sama, pasar masih menantikan kebijakan sektor perbankan di Spanyol di mana pemerintah negeri Matador itu telah berjanji akan mengumumkan kebijakan baru di sektor perbankan nanti malam.

"Kemungkinan akan cukup positif efeknya mengingat sebelumnya pemerintah Spanyol menasionalisasi salah satu perbankan besar di Spanyol dan kemungkinan bisa memberikan kabar positif," ungkap Firman.

Bisa saja, kata dia, bentuknya adalah pembentukan institusi keuangan baru di mana aset-aset kredit bermasalah pada perbankan Spanyol akan dilimpahkan ke institusi keuangan yang baru tersebut. "Ini juga turut menahan pelemahan rupiah lebih jauh," imbuh Firman.

Alhasil, dolar AS melemah terbatas terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 80,200 dari posisi sebelumnya 80,210. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2941 dari sebelumnya US$1,2930 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 19,49poin (0,47%) ke angka 4.114,14, indeks berhasil tutup di atas support 4.4111. "Sayanyang, bursa regional belum memberikan sinyal positif," ujarnya. "Sebab, indeks Hang Seng justru ditutup di bawah support psikologis 20.000. Karena itu, wait and see saja!"

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA