Inilah Risiko Yunani Pakai Drachma Lagi

RA
Oleh Restu A Putra
Sabtu 26 Mei 2012
share
ist

INILAH.COM, Athena - Nasib Yunani yang kian tersudut di zona Uni Eropa, memunculkan wacana untuk memakai mata uang mereka sebelum euro. Bagaimana prospeknya?

Saat ini, Yunani di bawah tekanan utang serta kemerosotan ekonomi. Negeri Para Dewa tersebut memiliki kemungkinan untuk berhenti menggunakan mata uang euro sebagai nilau tukar mereka. Situasi ni akan memaksa kembali menggunakan drachma sebagai mata uang internal mereka. Hal tersebut tidak mustahil dilakukan. Demikian mengutip marketwatch.com.

Namun dampak dari itu semua adalah ketidakstabilan Yunani yang akan memangkas 50 persen biaya pengeluarannya dan berimbas pada melambungnya harga-harga barang dan ongkos jasa.

Menurut analis Yunani dari Foundation for Economic and Industrial Research (IOBE), perubahan atas nasib Yunani harus dilakukan segera dan cepat. Walaupun dengan risiko terberat. Namun penggunaan drachma akan melemahkan setengah atau lebih dari nilai relatif euro.

Kondisi ini, akan memicu kenaikan inflasi, sekaligus kekuatan daya beli rata-rata rakyat Yunani. Dalam waktu yang sama, ekonomi negara akan melemah, banyak rakyat akan kehilangan pekerjaannya. Jadi satu dari lima orang akan menjadi pengangguran. Harga-harga barang impor meroket akibat meraih barang-barang lebih banyak.

Prospek Yunani meninggalkan euro dan kembali menggunakan drachma juga akan memaksa masyarakat menarik uang-uang euro mereka dari bank. "Rasa takut membuat warga menarik uang-uang mereka dari bank," kata Kepala Riset IOBE, Anggelos Tsakanikas.

Berdasarkan data bank sentral, bank-bank Yunani mengalami penyusutan keuangan untuk jangka waktu 3 tahun dari sekarang dari deposito 237,8 miliar euro (US$302,5 miliar) pada September 2009 menjadi 165,3 billion (US$10,3 miliar), Maret tahun ini. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA