IHSG Akan Menguat Terbatas pada Pekan Depan

AM
Oleh Agustina Melani
Minggu 15 Juli 2012
share
Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan menguat terbatas dengan kisaran pergerakan IHSG 4.950.4.050 pada pekan depan.
Demikian seperti dikutip dari data riset PT Henan Putihrai, Minggu (15/7/2012). Penguatan IHSG terbatas tersebut didorong oleh beberapa faktor.Pertama, ekonomi Amerika Serikat terlihat menunjukkan pola pelambatan yang ditandai dengan turunnya aktivitas manufaktur dan tingkat pencapaian ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja. Selain itu, sinyal pelambatan ekonomi terlihat dari sisi profit warning yang dirilis oleh komponen S&P 500.
Kedua, yield obligasi Spanyol sempat menembus di atas 7% pekan lalu, namun berbalik ke kisaran 6,5%, demikian pula obligasi Italia yang sempat bergerak di atas level 6% namun kembali ke kisaran 5,8%. Walaupun terlihat bergerak dalam range, namun kedua yield obligasi ini menunjukkan masih tingginya ketidakyakinan pasar terhadap kemampuan pemerintah Italia dan Spanyol dalam menangani krisis. Ketiga, GDP China melambat pada kuartal kedua 2012 dengan pertumbuhan 7,6% year on year sesuai estimasi pasar dan merupakan pertumbuhan terendah sejak kuartal pertama 2009.
Keempat, pesimisme pelambatan ekonomi Asia. Hal itu terlihat dari Bank of Korea menurunkan outlook ekonomi dan inflasi 2012 yang didasari oleh pelambatan ekonomi global dan krisis utang di Eropa. Kelima, posisi net buy asing di Juli membukukan Rp1,2 triliun di pasar saham sedangkan di pasar obligasi per 6 Juli, jumlah kepemilikan SUN oleh asing meningkat dari Rp225 triliun di akhir Juni menjadi Rp230 triliun. Situasi global yang masih menyimpan resiko tinggi mendorong minat investor asing terhadap aset beresiko masih terbatas.
Sementara itu, Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada menuturkan, IHSG akan bergerak sideaways. IHSG akan bergerak pada rentang support 3.945 dan 3.986 dan resistance 4.040-4.093. Menurutnya, pergerakan tersebut karena sejalan dengan kondisi di lapangan yang memang belum sepenuhnya kuat untuk dikatakan positif. "Semua sentimen yang bernada positif baru berupa harapan. Oleh karena itu, jangan terlalu agresif dalam pasar yang terlalu berfluktuaktif seperti saat ini," ujar Reza.
Adapun data-data ekonomi yang dapat diperhatikan antara lain data CPI Kuartalan New Zealand dan import price index Australia. Sedangkan data ekonomi Amerika Serikat yang akan keluar yaitu penjualan ritel, indeks manufaktur, business inventories, CPI tahunan dan bulanan, industrian production, indeks perumahan, housing start, building permits, Redbook, dan CPI bulana dan tahunan Kanada. Sedangkan data ekonomi dari Eropa yaitu inflasi tahunan Eropa, inflasi tahunan dan bulanan Inggris, dan economic sentimen Jerman. "Meski tidak begitu banyak data-data ekonomi yang akan dirilis pada pekan depan namun dari data-data yang akan rilis juga berhubungan dengan kondisi makro ekonomi," kata Reza.
Untuk rekomendasi saham, riset PT Henan Putihrai menyebutkan saham-saham berorientasi domestik masih menjadi pilihan. Saham-saham yang dapat dicermati seperti KLBF, JSMR, PGAS, TLKM, BBRI, dan BBCA. Reza merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati seperti MNCN, AALI, BSDE. BMRI, CTRS, UNVR, dan MYOR.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA