Anand Krishna Siap Mati Jika di Eksekusi MA

DP
Oleh Dewa Putu Sumerta
Senin 24 September 2012
share
Anand Krishna - inilah.com

INILAH.COM, Denpasar - Rencana eksekusi Mahkamah Agung (MA) terhadap Anand Krishna menuai penolakan. Tokoh spiritual lintas agama mengaku akan menolak dan melakukan perlawanan. Anand bahkan mengaku siap mati jika putusan yang dianggapmya tidak adil tersebut dilaksanakan MA.

Meski akan dieksekusi, tokoh spiritual keturunan India ini juga menyatakan tidak gentar dan tetap menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan. "Kami akan melakukan perlawanan atas putusan sesat MA dalam mengkriminalisasikan Anand Krishna," ujar Dr Sayoga dari Komunitas Pecinta Anand Ashram (KPAA) dalam keterangan resminya, Senin (24/9/2012).

Sikap berani itu diambil Anand menanggapi salinan putusan kasasi MA telah dipublikasikan dalam website resmi MA tertanggal 21 September 2012. Permohonan dan Pengabulan Kasasi atas Putusan Bebas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dinilai pelanggaran hukum.

Menurutnya, bila oknum-oknum lembaga penegak hukum di Kejaksaan Negeri dan MA sendiri punya nyali melanggar UU yang berlaku, tentu sudah saatnya bagi rakyat untuk melawan atas kesewenangan-kewenangan ini.

Baginya, putusan eksekusi itu justru di nilainya aneh karena muncul bertepatan hari perdamaian dunia 21 September dan ajang International Bali Meditators Festival (IBMF) di Ubud-Bali, 20 23 September 2012, yang dihadiri dihadiri Anand.

Terbitnya salinan putusan MA dan munculnya desakan menahan Anand Krishna yang bertepatan dimulainya acara besar festival meditasi dunia itu adalah upaya sistematis untuk membungkamkan dan menghentikan kegiatan-kegiatan Anand. Ditengah Anand hendak mempromosikan perdamaian, cinta kasih dan keharmonisan lintas agama dan bangsa.

Sayoga menegaskan, putusan MA dinilai sesat sebab Menurut KUHAP Pasal 244 dan 67, Putusan Bebas tidak dapat dibanding atau dimintakan kasasinya. Hal itu dimaksudkan agar setiap warga negara mendapatkan pengakuan, persamaan, dan jaminan kepastian hukum yang adil seperti yang diamanatkan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

Sebelumnya spiritualis Lintas Agama, Anand Krishna telah diputus bebas dan dipulihkan hak atas kedudukan, harkat dan martabatnya oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan yang diketuai oleh Hakim Albertina Ho, 22 Nopember 2011 lalu.

Menurut Sayoga yang mengutip sikap Romo Franz Magnis Suseno, yang sangat prihatin dengan preseden kriminalisasi sistematik terus menerus oleh oknum-oknum di dalam lembaga-lembaga penegak hukum. "Anand telah dikriminalisasi sebagai upaya pembungkaman dan penghentian kegiatan-kegiatan lintas agama yang diprakarsainya," tegasnya

Sementara eksekusi yang menuai kontroversial tersebut, dilansir dari facebook mantan Menristek Muhammad AS Hikam, Anand mengungkapkan, posisi dirinya sangat jelas. Anand menegaskan, dirinya tidak akan menaati putusan yang tidak konstitusional dan cacat hukum ini sampai titik darah penghabisan. "Silakan kalian menahan dan membawa mayat saya," tegas Anand dikutip dari facebook tersebut.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA