Freeport Setuju Royalti Emas 3,75%

TS
Oleh Tio Sukanto
Selasa 09 Oktober 2012
share
ist

INILAH.COM, Jakarta - PT Freeport Indonesia mengaku tidak keberatan jika harus menyetor royalti hasil tambang, khususnya emas kepada pemerintah sebesar 3,75%.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto saat ditemui di Jakarta Selasa (9/10/2012). "Saya rasa bisa menerima," kata Rozik.

Meski begitu, lanjut Rozik persoalan tersebut harus direnegoisasikan lagi dengan pemerintah terutama tim dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Menteri ESDM, Jero Wacik. "Kita harus kembali ke timnya Jero Wacik. Saat ini kan baru prinsip-prinsip yang enam itu. Tapi rinciannya tetap dengan Pak Menteri," ungkap Rozik.

Untuk besaran royalti yang dibayarkan PT Freeport Indonesia selama ini lebih rendah dari yang diwajibkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terhadap setiap badan usaha.

Semenjak diberlakukan PP No. 45/2003, Freeport hanya membayar royalti 1% saja, tidak 3,75% royalti untuk emas. Dan untuk tembaga, royalti yang ditetapkan adalah sebesar 4% dari harga jual per kilogram, dan royalti perak ditetapkan sebesar 3,25% dari harga jual per kilogram.

Tapi kenyataannya, Freeport masih membayarkan tarif royalti kepada Indonesia sesuai dengan KK tahun 1991. Dalam KK tersebut, besar royalti tembaga sebesar 1,5%, adapun royalti emas dan perak cuma sebesar 1% dari harga jual.

Sementara, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa menginginkan royalti dari PT Freeport Indonesia lebih dari yang sudah diatur dalam PP tersebut, paling tidak 10%. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA