Buruh di DKI Segera Punya Besaran Upah Baru

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Selasa 30 Oktober 2012
share
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) DKI Jakarta akan mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi DKI, segera setelah ditetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun 2013, pada 2 November nanti. Biasanya, perubahan ini diikuti dengan kenaikan upah.

Demikian diungkapkan Kepala Disnakertrans, Deded Sukendar, Selasa (30/10/2012) di Balaikota DKI Jakarta. "Itupun kalau situasi dan kondisinya sudah nyaman dan kondusif. Kalau sudah seperti itu, maka setelah KHL 2013 diumumkan, maka sepekan kemudian disusul dengan pengumuman besaran UMP," ujar Deded Sukendar.

Deded mengungkapkan, pada 2012 besaran UMP di Ibukota mencapai 102,9% dari KHL atau naik sebesar 18,5% dibandingkan UMP DKI tahun 2011. Pada 2011 UMP sebesar Rp1.290.000, di 2012 UMP yang ditetapkan mencapai Rp1.529.150. "Besaran KHL diajukan oleh Dewan Pengupahan sebanyak 9 kali. Tapi kami bersyukur besaran KHL di DKI selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya," imbuhnya.

Perhitungan KHL, sejauh ini memperhatikan pertumbuhan ekonomi serta inflasi yang terjadi di Ibu kota. Diharapakan besaran UMP yang akan ditetapkan pada 2013 mendatang tidak menimbulkan konflik. "Kami sudah memberikan laporan kepada gubernur. Untuk besaran UMP gubernur yang memutuskan," ujarnya.

Menurut dia, dalam menetapkan UMP, pihaknya telah mengacu pada peraturan Dewan Pengupahan DKI No 242 tahun 2010 tentang Tata Kerja Dewan Pengupahan DKI dan Peraturan No 243 Tahun 2010 tentang Tata Tertib Sidang Dewan Pengupahan Provinsi.

Selain itu, sebelum menetapkan besaran UMP, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dewan Pengupahan dan perwakilan buruh. Sehingga seluruh unsur yang terkait dengan penetapan UMP akan dilibatkan.

Diakui Deded, pihaknya akan mendukung sepenuhnya program yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Dari sebanyak 8 program, satu diantaranya adalah mengatasi pengangguran. "Salah satu upaya yang kita lakukan untuk mengatasi pengangguran selama ini yaitu, dengan membuka pusat pelatihan tenaga kerja. Cuma yang menjadi kendala, kita terhambat dengan minimnya instrukstur yang jumlahnya kian berkurang," terangnya.

Kendati demikian, ia mengaku, tetap akan membuat terobosan khususnya di dunia ketenagakerjaan. Misalnya belum lama ini ia sudah mencanangkan kegiatan yang diperuntukan bagi keluarga nelayan yang tinggal di tepian pantai.

"Biasanya kalau kondisi pantai sedang kurang bagus, para nelayan tidak akan melaut. Padahal jika mereka tidak melaut, maka mereka tidak akan bias makan. Untuk itu, terhadap keluarga nelayan, kami berikan sarana dan prasarana pelatihan kerja maupun usaha pengolahan makanan. Seperti pendayagunaan pembuatan krupuk. " [tjs]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA