Lahan Warga Penggal Tol Kebon Jeruk-Ulujami

KS
Oleh Karel S Ratulangi
Selasa 30 Oktober 2012
share
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Pembangunan jalan tol lingkar luar (JORR) W2 ruas Kebon Jeruk-Ulujami belum juga rampung. Proyek yang dimulai sejak tahun 1998 itu kali ini tersendat masalah pembebasan lahan.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama PT Marga Lingkar Jaya, Sonhadji, selaku pelaksana proyek Pembangunan jalan tol lingkar luar (JORR) W2 ruas Kebon Jeruk-Ulujami. Pihaknya belum bisa melaksanakan proyek tersebut kalau pembebasan tanah warga belum juga rampung.

"Masih ada delapan belas bidang tanah yang belum dibebaskan. Ya kami tidak bisa bekerja di situ, kan masih tanah warga," ujarnya, di Jakarta (30/10/2012).

Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan jalan tol tersebut rampung tahun 2013. Hal itu bisa terwujud jika pembebasan lahan (warga) di sekitar jembatan Meruya Utara hingga Meruya Selatan selesai Oktober ini. Jika selesai, maka pihaknya pun bisa lancar bekerja.

Sonhadji menambahkan nahwa persoalan pembebasan lahan tersebut tidak menghambat kegiatannya menyelesaikan pembangunan jalan tol. Untuk itu, dirinya mendorong pihak pemerintah dan warga bertemu agar mencapai titik kesepakatan. Namun ia mengapresiasi kinerja Pemkot Jakarta Barat, karena telah mampu membebaskan sekian tanah dari 200 bidang sebelumnya.

"Pekerjaan di Meruya Utara-Meruya Selatan memang tertunda, namun tidak berhenti. Tetap bekerja untuk paket lainnya, seperti pembangunan Kebon Jeruk-Meruya Utara," tandasnya.

Sementara itu Ketua Forum Warga Korban JORR W2 Meruya Utara, Matsuro, saat dihubungi mengatakan belum menerima undangan rapat untuk mendiskusikan persoalan pembebasan lahan. Ia adalah salah satu warga yang meminta tanahnya dibayar dengan harga tiga juta per meter. Bukan hanya dirinya, warga lainnya pun memiliki keinginan yang sama.

"Perkembangan terakhir besok, kabarnya kami diundang berdiskusi oleh Pak Sekretaris Kota (Seko)," ucap dia. [tjs]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA