Waduh, IHSG Longsor Lagi

BA
Oleh Bastaman
Rabu 28 November 2012
share
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali lolos dari lubang jarum. Setelah sesi siang sempat menyelinap ke bawah batas psikologis 4.300, akhirnya IHSG ditutup di level 4.304,82. Berarti, Rabu (28/11/2012) indeks hanya melemah 32,69 poin (0,75%) dibanding dengan penutupan sehari sebelumnya kemarin.

Ini sungguh mengejutkan. Soalnya, longsor berat itu terjadi di saat Menteri Keuangan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui bailout (talangan) Yunani sebesar 44 miliar euro. Menurut Olli Rehn, Komisaris Ekonomi dan Moneter Uni Eropa, Yunani akan mendapatkan dana talangan itu 13 Desember depan. "Ini akan membuat masa depan Yunani dan Eropa lebih baik," kata Rehn kepada BBC.

Cukup? Belum. Para kreditur juga sepakat memotong suku bunga pinjaman dan memperpanjang utang jatuh tempo menjadi 1015 tahun. Yang lebih menggembirakan lagi, Menteri Keuangan Uni Eropa juga menjanjikan bantuan menyelamatan 240 miliar euro. Dari jumlah tersebut, sampai saat ini Yunani telah menikmati bantuan menyelamatan 150 miliar euro.

Seharusnya, menurut John Veter, kabar baik dari Yunani itu berdampak positif terhadap IHSG. Lantas, apa yang membuat IHSG justru longsor berat? Entahlah. Tetapi yang pasti, longsor berat juga terjadi Wall Street dan di sejumlah pasar modal dunia lainnya. Di Wall Street, tadi pagi indeks Down Jones (DJIA) dan Nasdaq masing-masing melemah 0,69% dan 0,30%.

Tak hanya di Amerika, penurunan harga juga dialami saham-saham di sejumlah bursa Asia. Indeks Hang Seng, misalnya, hari ini turun 0,62%. Pelemahan juga dialami oleh indeks Kospi (0,65%), Nikkei (1,22%) dan Straits Times (0,09%). Goyangan dari bursa dunia inilah yang diduga menjadi penyebab loyonya IHSG.

Turunnya indeks di sejumlah bursa dunia tampaknya tak lepas dari sejumlah peristiwa yang bakal terjadi di Amerika. Hari ini Ben Bernanke, Gubernur The Fed, akan menyampaikan berpidato soal solusi atas ancaman jurang fiskal (fiscal cliff) di Amerika. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan keluar rilis tentang kepercayaan konsumen. Nah, sambil menunggu kabar dari Amerika, para investor di sejumlah bursa melakukan aksi jual.

Ada yang percaya, Bernanke akan mengumumkan stimulus quantitative easing jilid IV untuk mengatasi kelesuan ekonomi sebagai dampak kebijakan kenaikan pajak dan penghematan anggaran Presiden Barrack Obama. Tapi sebagian pasar menganggap Bernanke sebagai orang yang sangat disiplin dan hati-hati.

Perbedaan pandangan itu tentu akan membawa konsekuensi masing-masing. Jika pidato Bernanke dan rilis kepercayaan konsumen Amerika positif, IHSG diperkirakan akan melesat. Jika sebaliknya, maka harga saham-saham akan semakin loyo. Soalnya, kebijakan fiscal cliff Obama bisa membuat Amerika resesi.

Jika yakin Bernanke akan menurunkan quantitative easing IV, justru kinilah saatnya bagi investor untuk berbelanja. Sebab, seperti diperkirakan John, indeks akan bergerak di kisaran 4.3004.400. Sedang Chandra Wijanarko, analis Bahana Securities, memprediksi indeks akan bergerak di kisaran 4.3004.381. [mdr[

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA