BUMI akan Lunasi Utang Jatuh Tempo

AM
Oleh Agustina Melani
Kamis 29 November 2012
share
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - ist

INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan melunasi sebagian utang yang jatuh tempo pada 2013-2014 senilai US$474,57 juta.

BUMI mengharapkan dalam dua tahun ke depan rasio utang terhadap EBITDA perseroan dapat turun menjadi 1 kali dari saat ini sebesar 2,8 kali.

Direktu PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava menuturkan, saat ini total utang BUMI dan entitas anak yang jatuh tempo hingga 2016 ke depan senilai US$4,11 miliar. Sementara itu, utang BUMI sebesar US$3,78 miliar.

"Kami akan melakukan tiga hal untuk melunasi sebagian utang perseroan yakni menjual aset non inti perseroan seperti di PT Bumi Resources Mineral Tbk, Fajar Bumi Sakti, dan Pendopo Energi, menarik investasi di Recapital serta menarik piutang di Bukit Mutiara," ujar Dileep, dalam Investor Summit 2012, Rabu (28/11/2012).

Dileep mengatakan, BUMI masih memiliki piutang di Bukit Mutiara senilai US$260 juta. Padahal investasi di Recapital Asset Management nilainya sebesar US$350 juta. Kontrak di Recapital sebenarnya berakhir pada Agustus 2015. Tetapi BUMI mempertimbangkan untuk menarik sebagian ataupun seluruh investasinya di perusahaan investasi itu.

Sedangkan untuk monetisasi aset seperti Fajar Bumi Sakti dan BRMS, Dileep belum dapat menjelaskan lebih detil potensi dana yang akan didapatkan perseroan. Hal itu dikarenakan ada peningkatan nilai aset yang cukup signifikan di kedua aset itu tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

"Sebagai contoh, ketika BRMS melakukan penawaran umum saham perdana pada 2011, nilainya sebesar US$2,2 miliar. Tetapi delapan bulan setelah IPO, Bumi Plc melakukan pembelian 74% saham BRMS seharga US$2 miliar. artinya ada peningkatan volume aset sekitar US$2,8 miliar," tutur Dileep.

Dileep mengatakan, pihaknya akan melakukan penawaran serius kepada pembeli yang hanya memberikan valuasi wajar terhadap kedua aset perseroan yang akan dilepas tersebut. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA