BI Bahas Aturan Multiple License di Bank Syariah

CM
Oleh Charles Maruli Siahaan
Senin 03 Desember 2012
share
ist

INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia akan membahas relaksasi atau pelonggaran aturan multiple license bagi perbankan syariah.

"Jika aturan ini juga akan diterapkan di perbankan syariah, akan sangat sulit untuk melakukan penambahan modal atau penyertaan dari bank konvensionalnya ke Bank Umum Syariahnya (BUS)," ujar Deputi Direktur Departemen Perbankan Syariah BI, Nasirwan di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Dia menyampaikan dengan menerapkan aturan permodalan yang dikaitkan dengan kegiatan usaha bank, perbankan syariah hanya bisa masuk dalam kategori 2 dengan modal Rp1-5 triliun. "Itu pun hanya ada 3 bank umum syariah saja yang masuk ke sana dari 11 bank umum syariah yang terdaftar di BI saat ini, dan sisanya masuk kategori satu (modal inti di bawah Rp1 triliun)" tutur Nasirwan.

Keempat BUS yang masuk kategori dua tersebut adalah Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat, dan BNI Syariah. Sedang yang berpotensi masuk kelas 2, yaitu Maybank Syariah, dan BJBS (Bank Jabar Banten Syariah). "Kedua bank ini bisa masuk kategori 2 hanya dengan menambah sedikit modal," katanya.

Jadi, lanjutnya, itu berarti hanya sedikit saja bank umum syariah yang bisa membuka cabang jika menerapkan teritorial capital yang sama dengan bank konvensional.

Hal yang menjadi problem lainnya adalah saat bank induk yang berada di kategori dua akan menambah penyertaannya di BUS. Menurut Nasirwan, dengan posisi BUS yang tertinggi hanya masuk dalam kategori dua.

Dalam ketentuannya bank yang masuk dalam kegiatan usaha 1, tidak boleh miliki anak perusahaan keuangan, kelas 2 hanya boleh memiliki 15% dari total modal, kelas 3 hanya boleh memiliki 25%, dan kelas 4 hanya diperbolehkan memiliki 30% penyertaan.

Nah, misalkan ada BUS yang memiliki modal inti hanya Rp600 miliar, sehingga dia memerlukan suntikan modal sebesar Rp400 miliar untuk bisa memenuhi syarat masuk ke kelas 2 (modal inti Rp1-5 triliun. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA