Awas Koreksi Lanjutan di Lantai Bursa

BA
Oleh Bastaman
Senin 03 Desember 2012
share
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Alhamdulillah, indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya mampu kembali bermain di atas level psikologis 4.300. Tepat, hari ini Senin (3/12/2012) indeks ditutup di level 4.302,44. Ini berarti naik 26,30 poin (0,62%) dibandingkan dengan penutupan Jumat pekan lalu.

Investor tampaknya optimistis, pemerintah dan senat Amerika dapat mengatasi masalah fiscal cliff yang dapat memperburuk anggaran dan perekonomian negeri adidaya ini. Selain itu, aksi window dressing yang dilakukan manajer investasi (MI) diduga juga menjadi penopang kenaikan indeks hari ini. Seperti biasa, di akhir tahun para MI melakukan pembelian agar di akhir tahun mereka terlihat cantik.

Jadi sudah aman? Belum tentu. Sebab, asal tahu saja, masalah fiscal cliff tetap akan menghantui para investor. Apalagi, dari dalam negeri, muncul beberapa sentimen negatif. Seperti sikap penolakan para pengusaha terhadap upah minimum provinsi (UMP) serta kenaikan tarif listrik berjenjang yang akan dimulai awal 2013.

Makanya, diprediksi pekan ini bursa masih akan dibayang-bayangi aksi ambil untung. Edwin Sinaga, pengamat dari Financorporindo Nusa, memperkirakan pekan ini akan bergerak di kisaran 4.2004.350. "Belum ada sentimen yang dapat mengangkat indeks. Jadi kelesuan masih akan berlanjut," kata Edwin.

Akan halnya ramalan Reza Priyambada. Prediksi Kepala Riset Trust Securities ini lebih sempit lagi, yakni bergerak di kisaran 4.2444.300. Namun, di balik prediksi yang konservatif, Reza sebenarnya melihat adanya secercah harapan. "Ada sentimen-sentimen kecil dari luar yang bisa menggerakan bursa saham," katanya.

Singkat kata, jika keadaan di dalam negeri normal, bursa hanya akan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Itu sebabnya, Reza dan Edwin menyarankan investor untuk melakukan trading. Soalnya, ya itu tadi, akhir tahun merupakan saat bagi MI untuk belanja saham.

Nah, ada beberapa saham yang disarankan untuk dimainkan investor dalam jangka pendek. Di antaranya saham konsumer dan infrastruktur. Di kuartal IV, biasanya, kinerja kedua sektor tersebut melesat. Tetapi jika ingin aman, sejumlah analis menyarankan investor untuk menjauhi emiten yang bisnisnya mengandalkan pasar ekspor. [mdr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA