Felix Sindhunata

Jauhi Pasar untuk Sementara Waktu

AM
Oleh Ahmad Munjin
Selasa 04 Desember 2012
share
Felix Sindhunata - ist

INILAH.COM, Jakarta Bagi pemodal yang tidak dalam posisi memegang saham disarankan menjauh pasar untuk sementara seiring ketidakpastian penyelesaian jurang fiskal AS. Seperti apa?

Felix Sindhunata, Kepala Riset Henan Putihrai Securities menyarankan, bagi investor yang sedang tidak punya posisi saham, lebih baik wait and see. Menurutnya, jika melihat kecenderungan jangka pendek dari fiscal cliff AS yang belum pasti, mengapa harus memaksakan diri.

Dia menegaskan, pemodal lebih baik mengelola risiko dengan menjauhi pasar untuk sementara waktu. "Atau, untuk mengeliminasi faktor fiscal cliff jangka pendek, pemodal mengambil saham untuk jangka panjang," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (3/12/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 26,303 poin (0,62%) ke posisi 4.302,444 dengan intraday tertinggi 4.303,559 dan terendah 4.262,765. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang menguat 6,86 poin (0,94%) ke posisi 733,669. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat kembali ke atas 4.300. Bagaimana Anda melihat arahnya hingga akhir pekan ini?

Belakangan ini terjadi gap antara Dow Jones Industrial Average (DJIA) dengan IHSG. Padahal, IHSG selalu bergerak seiring dengan pergerakan Dow Jones. Sebab, IHSG memiliki indeks korelasi 0,8 secara mingguan dengan DJIA. Karena itu, seharusnya, IHSG punya pola pergerakan yang sama mengikuti Dow Jones.

Tapi, semenjak pertengahan September 2012, pergerakan IHSG mengalami deviasi, anomali dengan Dow Jones yang sangat lebar. Artinya, IHSG bertahan di atas, sementara Dow pada pertengahan September melemah. Deviasi-deviasi seperti ini, biasanya membuat IHSG kehilangan momentum penguatan sehingga IHSG sangat rawan menyesuaikan pada performa Dow Jones.

Dengan pelemahan IHSG pekan lalu, sepertinya lebih terkonfirmasi bahwa IHSG sudah kehilangan momentum. Buktinya, saham PT Astra International (ASII) mengalami profit taking yang luar bias dalam dua hari.

Sentimen apa yang mendukung hilangnya momentum penguatan IHSG?

Pada intinya, semua orang khawatir masalah fiscal cliff dan bukan data-data ekonomi AS. Padahal, fiscal cliff merupakan masalah politik yang susah dikuantifikasi. Sekarang dan sebelumnya, IHSG memang masih bisa tertahan di atas 4.300 karena memang data-data ekonomi AS positif. Tapi, pasar mengabaikan positifnya data ekonomi dan mencemaskan ancaman fiscal cliff yang dipicu oleh faktor politik. Inilah yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Lantas, IHSG berpeluang melemah hingga akhir pekan ini?

Untuk sepekan ke depan pun, ceritanya masih sama. Selama solusi atas fiscal cliff belum mendapatkan kepastian, IHSG akan terjebak pada kisaran konsolidasi dalam antara support 4.260 dan resistance 4.380. IHSG dalam beberapa bulan terakhir terjebak dalam kisaran tersebut. Saya khawatir, 4.260 ditembus dalam sepekan ke depan.

Sebab, IHSG masih punya gap dengan Dow Jones sehingga cepat atau lambat harus menyesuaikan dengan pergerkaan Dow Jones. Berdasarkan analisis teknikal, jika level 4.260 tembus ke bawah, IHSG punya momentum yang kuat untuk melanjutkan pelemahan. Jadi, masalah fiscal cliff ini memang mengganggu pasar sehingga level 4.260 bagi IHSG menjadi level krusial.

Bagaimana dengan indikator lainnya?

Jika melihat dari risiko pasar seperti indeks dolar AS, Asian Dollar Index, dan Volatility Index, semuanya menunjukkan kekhawatiran pasar rendah. Sebab, data-data ekonomi yang dirilis menunjukkan angka yang bagus. Jadi, kecemasan pasar lebih dipicu oleh faktor politik yang menentukan ekonomi yakni fiscal cliff.

Faktor Eropa bagaimana?

Eropa memang mengganggu, tapi pasar sudah maklum bahwa belum ada berita positif dari kawasan tersebut. Eropa juga akan jadi fokus utama jika ekonomi memburuk, tapi untuk jangka pendek fokus lebih ke fiscal cliff. Pasar melihat, fiscal cliff bisa mengganggu pemulihan ekonomi AS untuk 2013. Jika fiscal cliff tidak mencapai kesepakatan, secara otomatis, Budget Control Act berlaku di Januari 2013 untuk mengurangi deficit fiskal AS senilai US$604 miliar berupa kenaikan pajak dan pengetatan belanja.

Jika itu terjadi, pajak yang tinggi di tengah pemulihan ekonomi, akan membuat ekonomi AS terpuruk karena kehilangan momentum. Daya dorong pertumbuhan ekonomi AS pun akan hilang. Seperti pesawat Jet yang kehilangan mesin akibat tingginya pajak, kehilangan daya dorong. Ekonomi AS bisa masuk ke resesi berikutnya. Sudah dipastikan, pasar global akan tertekan di awal tahun 2013.

Anda sendiri bagimana melihat fiscal cliff?

Saya secara pribadi, optimistis masalah fiscal cliff akan selesai. AS tidak akan sedemikian bodohnya untuk fiscal cliff dengan tidak mencapai kata sepakat, entah itu ditunda atau mempunyai kesepakatan baru. Sulit kita bayangkan ekonomi besar AS yang punya pengaruh besar ke pasar, dipermainkan secara politik seperti ini.

Saya percaya, pada detik-detik terakhir akan ada titik temu antara Washington dengan Parlemen AS. Sebenarnya, Kongres bisa mengintervensi penerapan fiscal cliff atau menunda. Jadi, ketidaksepakatan opini mengenai pajak ini yang agak mengganggu. Semua opsi saat ini masih mungkin, sehingga pasar kemarin pesimistis sekarang optimistis dan besok pesimistis lagi.

Apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?

Bagi investor yang sedang tidak punya posisi saham, lebih baik wait and see. Jika melihat kecenderungan jangka pendek dari fiscal cliff yang belum pasti, mengapa kita harus memaksakan diri. Lebih baik kita mengelola risiko dengan menjauhi pasar untuk sementara waktu. Atau, untuk mengeliminasi faktor fiscal cliff jangka pendek, pemodal mengambil saham untuk jangka panjang.

Saham-saham pilihan Anda untuk jangka panjang?

Untuk akumulasi jangka panjang, menarik dicermati saham seperti PT Astra International (ASII.JK) di level Rp7.200 saat ini. Saham-saham di sektor perbankan, untuk 2013 juga masih punya outlook yang positif. Begitu juga dengan infrastruktur seperti PT Perusahaan Gas Negara (PGAS.JK), PT Wijaya Karya (WIKA.JK), dan PT Adhi Karya (ADHI.JK). Saham-saham tersebut sangat menarik untuk jangka menengah panjang.

Untuk jangka pendek?

Untuk jangka pendek, saya masih tidak yakin dengan arah pasar karena ketidakpastiannya yang masih tinggi sehingga harus punya risk management yang bagus dan pemodal harus disiplin. Kalau trading pun, saya tidak tahu saham apa yang harus saya rekomendasikan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA