Inilah Kronologi Tewasnya Pria Bertato di BKT

AH
Oleh Anton Hartono
Selasa 04 Desember 2012
share
Ilustrasi - ist

INILAH.COM, Jakarta - Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cakung, AKP Sugianto menjelaskan korban tewasnya pria bertato di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur yang ditemukan pada 28 Nopember 2012 lalu berawal dari sakit hati hingga diakhiri dengan pengeroyokan yang menyebabkan kematian.

Berdasarkan keterangan dari pelaku yang sudah ditangkap mengatakan korban yang bernama Frangky (30) sering mengganggu kekasih dari salahsatu pelaku. Akibatnya pelaku bersama teman-temannya melakukan pengeroyokan terhadap korban hingga akhirnya tewas.

Para pelaku yang sudah diamankan oleh Polsek Cakung diantaranya RA (20), AR (25), RR (23) dan NI (27). Sementara satu pelaku lagi AL hingga kini masih buron.

Peristiwa ini terjadi pada 28 Nopember 2012 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari pelaku yang berjumlah 5 orang mengeroyok korban di sekitar BKT Ujung Menteng, Cakung. Diketahui, pelaku dan korban adalah sudah saling kenal.

"Beberapa hari sebelumnya korban sering mengganggu pacar salahsatu pelaku. Karena tak terima, akhirnya pelaku bersama teman-temannya mencari korban dan langsung mengeroyok korban," kata Sugianto, Senin (3/12/2012).

Tanpa diduga, hasil dari pengeroyokan itu berbuntut menjadi pembunuhan. Pasalnya korban yang memiliki sejumlah tato itu ditemukan warga pada 28 Nopember 2012 sekitar pukul 16.30 WIB, tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di BKT Ujung Menteng, Cakung.

Frangky tewas dengan kondisi mengenaskan di pinggiran BKT Ujung Menteng. Bahkan di tubuhnya ditemukan sejumlah luka yakni di sekitar kepala serta wajahnya.

Namun, Sugianto menambahkan tidak ada satupun pelaku yang menggunakan senjata tajam untuk melumpuhkan korban. "Tidak ada yang menggunakan senjata tajam, namun salahsatu diantaranya mengepruk batu ke arah kepala korban hingga akhirnya korban tewas," jelasnya.

Dalam waktu tiga hari, akhirnya para pelaku pembunuhan terhadap Frangky ditangkap di kawasan Harapan Indah, Bekasi. Mereka adalah para anak jalanan yang biasa mencari nafkah dengan cara mengamen di jalan raya.

"Begitu juga dengan korban yang sama-sama anak jalanan. Mereka antara pelaku dan korban sudah saling kenal," tambah Sugianto.

Para pelaku yang ditangkap kini mendekam di Mapolsek Cakung, sementara satu orang pelaku lagi masih dalam pencarian polisi. Mereka dikenai Pasal 170 ayat 2 tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Selain itu polisi juga menyita barang bukti pelaku berupa batu yang digunakan untuk membunuh korban.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA