Tekanan Bayangi IHSG Pekan Depan

RA
Oleh Restu A. Putra
Minggu 06 Januari 2013
share
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Tekanan berat membayangi pergerakan IHSG pekan depan. Selain kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang sudah diberlakukan efektif per awal tahun kemarin, ancaman pelemahan rupiah juga akan membebani pasar.

Menurut Kepala Riset Indosurya Securities Tonny W. Setiadi, kenaikan TDL secara bertahap yang sudah dimulai pertanggal 1 Januari 2013 kemarin sebesar 4,3%, akan berpengaruh pada laba bersih emiten, karena adanya kenaikan biaya industri. Hal ini terutama menerpa sektor manufaktur dan perdagangan.

"Sementara itu, pelemahan rupiah juga mengancam, karena akan menjadi biaya ekstra bagi perusahaan yang banyak mengimpor mata uang asing,"ujarnya saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (4/1/2013) kemarin.

Namun, lanjut Tonny, karena bergerak di awal tahun, IHSG masih mendapat sinyal positif dari tren tahunan January Effect,"IHSG akan bergerak di level support 4.355 dan level resistence 4.460 dengan sedikit penguatan dari pekan sebelumnya,"ujarnya.

Ia pun melihat awal tahun ini bisa jadi kebangkitan sektor berbasis komoditas, menyusul reli harga minyak dunia. Jika harga minyak terus naik, bahkan menyentuh di level US$100 per barel, akan berpengaruh positif terhadap harga komoditas lainnya. "Namun, secara sektoral, semua sektor saham masih memberi sinyal positif untuk pekan depan," ujarnya.

Adapun dilihat dari teknikal, saham-saham yang menjelang tutup tahun kemarin terkoreksi cukup dalam, bisa menjadi pertimbangan untuk menguat, menyusul kenaikan saham yang lain.

Oleh karena itu, Tonny menyarankan agar investor tetap memperhatikan saham-saham yang terbuka dan kooperatif mengumumkan kinerjanya pada 2012.

"Secara fundamental, perhatikan perusahaan yang mengumumkan kinerja tahun 2012 yang bagus, walau masih bersifat sementara, dan juga perhatikan pengumuman rencana kerja perusahaan di tahun ini," ujarnya.

Berikut saham-saham yang direkomendasikan Tonny untuk pekan depan;

Sektor perkebunan terdiri dari BWPT, LSIP, AALI, SGRO.
Sektor industri dasar terdiri dari SMCB, INTP, JPFA.
Sektor aneka industri terdiri dari ASII, GJTL
Sektor konsumer terdiri dari INDF, UNVR, AISA
Sektor keuangan terdiri dari BBRI, BBNI, BBCA, BBTN
Sektor tambang terdiri dari DOID, ENRG, BRAU, ADRO
Sektor properti terdiri dari BEST, ASRI, BSDE, SSIA, CTRP, CTRA
Sektor perdagangan tediri dari UNTR, TELE, INTA, BHIT, MNCN
Sektor infrastruktur : CMNP, TLKM

[ast]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA