Menpera Janji Kembalikan Insentif Rusunawa

MJ
Oleh Mahbub Junaidi
Minggu 06 Januari 2013
share
Djan Faridz - Inilah.com/Dahlan

INILAH.COM, Jakarta - Kebutuhan rumah di 500 kabupaten/ kota se-Indonesia masih sangat besar. Namun, raksasa pengembang dianggap belum memahami pasar potensial tersebut hingga belum tergarap dengan baik.

Di Malang, Jawa Timur, sendiri pihak Kementerian Perumahan Rakyat mengaku sudah mencanangkan pembangunan 100 ribu rumah untuk satu kawasan.

"Ditargetkan tercapai 70 ribu. Sampai saat ini sudah terealisasi setengahnya," sebut Djan Faridz dalam Refleksi Kinerja Kemenpera TA 2012 dan Rencana Kerja TA 2013 pada Jumat (4/1/2013) di gedung Kemenpera, Jakarta.

"Jangan harga dipentokin. Ingetin tuh pengembang," lanjutnya.

Djan mengaku, pihaknya juga akan meminta insentif untuk pengembang yang dicabut setelah era Sutiyoso mantan Gubernur DKI Jakarta, dikembalikan agar target pembangunan Rusunawa bisa tercapai.

"Ini bukan wacana, tapi sudah ada dialog antara Kemenpera dan Gubernur DKI," kata Djan Faridz.

Djan juga menegaskan, pihaknya akan melanjutkan Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2006 untuk membangun seribu rumah setiap tahunnya.

"Kementerian akan bertindak sebagai motor di depan" jelas Djan Faridz di hadapan wartawan.

Sementara itu, PT Sarana Multigriya Finansial yang merupakan perusahaan pembiayaan sekunder selama tahun 2012 lalu, mengaku sudah menyalurkan FLPP kepada Bank Tabungan Negara sebesar Rp 1 triliyun untuk membangun sebanyak 25.496 unit rumah.

Namun, Raharjo Adisusanto sebagai direktur utama PT SMF mengaku terbentur aturan lantaran pihaknya hanya boleh menyalurkan dana ke bank penyalur KPR terutama yang disalurkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

"Saya berharap di tahun 2013, para pemangku kepentingan dapat saling bersinergi untuk mendukung program pemerintah dalam bidang perumahan," ujar Raharjo. [dis]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA