Irwan Ariston Napitupulu

Nikmati Terus Kenaikan IHSG

AM
Oleh Ahmad Munjin
Senin 07 Januari 2013
share
Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu - IST

INILAH.COM, Jakarta Para pemodal di bursa saham dinilai bisa terus menikmati kenaikan IHSG. Sebab, indeks berada dalam tren bullish selama belum ada profit taking yang berarti sehingga mengubah arah.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan hal itu. Menurut dia, setelah mencetak rekor tertinggi, IHSG berpeluang menguji level-level psikologis 4.500, 4.600, 4.700 dan seterusnya.

Dia juga melihat, 2013 merupakan era bagi saham-saham di sektor komoditas baik pertambangan batu bara dan minyak maupun perkebunan. Dia juga menyarankan para pemodal untuk mengurangi porsi portofolio pada saham-saham di sektor properti dan konstruksi yang jadi primadona pada 2012. "Karena itu, nikmati terus kenaikan IHSG," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (4/1/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 10,76 poin (0,24) ke posisi 4.410,02 dengan intraday tertinggi 4.418,484 dan terendah 4.389,716. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 0,74 poin (0,10%) ke posisi 753,876. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Akhir pekan lalu, IHSG menguat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?

Sejauh ini, arah IHSG secara grafik masih bullish setelah menciptakan rekor baru 4.418,484 pekan lalu. Secara grafik hariannya, support IHSG masih jauh di level terendahnya terakhir sebelum beranjak naik, 4.222 untuk jangka menengah. Sedangkan support untuk jangka pendek, sepekan ke depan, di angka 4.340.

Setelah tembus level tertingginya sepanjang sejarah, indeks tidak memiliki resistance, kecuali angka-angka psikologis 4.500. Level ini merupakan teritori baru. Sebab, pasar cenderung untuk mencoba kekuatan atas IHSG hingga level berapa sebelum muncul profit taking yang berarti.

Secara grafik, apa yang jadi patokan bahwa IHSG bullish?

Secara grafik, IHSG bullish karena telah memecahkan level konsolidasi (sideways)-nya dalam kisaran 4.222 hingga 4.382 sejak pertengahan Oktober 2012 sehingga menunda kenaikannya. Sekarang, indeks sudah menembus level 4.382 hingga ditutup di 4.410.

Karena itu, diharapkan tenaga penguatan berikutnya cukup besar untuk bertenger pada level-level terbarunya. Tapi memang, bukan berarti indeks akan langsung terus menguat. Akan ada kemungkinan profit taking normal sehingga indeks cenderung naik-turun. Tapi, tren indeks masih bullish hingga grafik menunjukkan penurunan.

Bagaimana jika angka psikologis 4.500 ditembus?

IHSG akan menguji level kelipatan 100, seperti 4.600, 4.700 dan seterusnya sampai ada profit taking yang sangat berarti. Karena itu, nikmati terus kenaikan IHSG.

Bagaimana dengan sentimen dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Tarif Dasar Listrik (TDL)?

Secara fundamental, dari dalam negeri pasar menanti bagaimana tingkat inflasi setelah UMP dan TDL mengalami kenaikan. Bagaimana pula dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) apakah akan mengalami kenaikan atau tidak. Semuanya memang masih tanda Tanya.

Sejauh ini, kenaikan TDL yang bertahap, akan positif pengaruhnya karena tidak naik drastis. Dari sisi UMP, pasar harus melihat apakah benar-benar pada Januari-Februari, pelaksanaannya bisa berjalan smooth atau justru diwarnai banyaknya keluhan dari para pengusaha dan industri. Pasar masih menunggu responsnya.

Bagaimana dengan faktor eksternal terutama soal debt ceiling AS dan rencana The Fed untuk menarik kembali paket stimulus yang telah digelontorkan ke pasar?

Sentimen dari faktor eksternal seperti jurang fiskal dan debt ceiling AS pada Februari mendatang, sudah mewarnai pasar dalam beberapa bulan terakhir. AS akan terus memberikan topik baru ke pasar, biar tidak bosan. AS tidak langsung menuntaskan semuanya, meskipun sebenarnya bisa dilakukan.

Saya melihat, penuntasan masalah AS masih menunggu hingga konsolidasi ekonomi Eropa bisa pulih. Jika Eropa sudah pulih, masalah debt ceiling AS juga sudah tak akan lagi jadi masalah. Karena itu, kenaikan pasar saat ini tidak drastis.

Misalnya, pasar dibuat profit taking sehingga ada penurunan akibat The Fed yang dikabarkan tidak akan melanjutkan dan akan mengakhiri Quantitative Easing (QE)-nya pada 2013 ini walaupun tidak disebutkan kapan waktunya. The Fed juga sepertinya melihat grafik pergerakan pasar.

Saham-saham pilihan Anda?

Karena indeks sudah melanjutkan bullish-rally-nya, saya melihat saham-saham bluechip sudah menarik terutama sektor Crude Palm Oil (CPO) seperti PT London Sumatera Plantation (LSIP.JK), PT Salim Ivomas Pratama (SIMP.JK), dan PT Astra Agro Lestari (AALI.JK).

Begitu juga dengan sektor pertambangan batu bara seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA.JK), PT Harum Energy (HRUM.JK), dan PT Adaro Energy (ADRO.JK). Semuanya menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan lagi setelah tenggelam pada 2012.

Seberapa yakin Anda pada saham-saham di sektor komoditas?

Semua saham batu bara, selama perusahaannya jelas, cenderung oke untuk jadi pilihan. Tinggal dicek saja grafiknya dan bisa dilihat oleh mata telanjang dan tak perlu melihat indikator yang bermacam-macam. Saat ini, justru lebih banyak saham yang bagus jadi pilihan dibandingkan yang tidak bagus sehingga bingung untuk membelinya. Untuk 2013, kalau saya perhatikan, akan menjadi tahun saham-saham di sektor energy terutama saham tambang yang suram pada 2012. Untuk 2013, kemungkinan akan terjadi pergeseran sektoral. Karena itu, hati-hati untuk sektor properti karena kenaikannya sudah terbatas terutama untuk saham-saham properti tertentu dan para pemodal akan mulai beralih ke saham-saham batu bara.

Ada faktor lain yang mendukung bangkitnya saham-saham batu bara?

Indeks Nikkei, sudah bullish signifikan. Secara historis, kenaikan Nikkei terjadi setelah ekonomi global cenderung aman dan tumbuh. Dengan kenaikan Nikkei, menandakan ekonomi global akan meningkat dan kebutuhan terhadap batu bara juga akan naik.

Karena itu, orang akan mengantisipasi kenaikan harga batu bara dan berdampak positif pada saham-saham batu bara yang sudah banyak bertumbangan pada 2012. Jadi, kurangi porsi portofolio di sektor properti. Kurangi juga kepemilikan saham di sektor konstruksi yang juga jadi primadona di 2012. Bobot portofolio ditambah di sektor pertambangan, Crude Palm Oil (CPO) dan perbankan.

Saham-saham pilihan Anda di sektor perbankan?

PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK), PT Bank Negara Indonesia (BBNI.JK), PT Bank Jabar-Banten (BJBR.JK), dan PT Bank Central Asia (BBCA.JK). Saham-saham perbankan sudah keluar dari level konsolidasinya.

Apalagi, saat-saat laporan keuangan tahunan (2012) pada Maret-April 2013, juga akan berdampak positif pada saham-saham perbankan. Sebab, kinerja perbankan tidak banyak terpengaruh bahkan cenderung meningkat labanya dari tahun ke tahun.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM.JK) juga sudah menarik. Begitu juga dengan PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE.JK). PT Erajaya Swasembada (ERAA.JK) juga oke. Jadi, jika perlu tanpa saham properti. Tapi, kurangi saja di di sektor properti dalam portofolio.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saham-saham tadi, para pemodal disarankan untuk mengecek grafiknya, bagus atau tidak. Jika bagus masuk saja tapi jangan kaget jika terjadi penurunan karena profit taking. Sebab, tren IHSG adalah bullish. Santai saja hingga tren bullish IHSG berubah menjadi tren bearish. Selama tren bullish, ada penurunan-penurnan setelah beli, dimaklumi saja. Jadi, strateginya, buy and hold. Cari saham bagus, tapi jangan di satu saham karena kita tidak tahu mana yang bakal naik duluan.

Bagaimana dengan saham-saham grup Bakrie?

Saham-saham grup Bakrie, juga mulai bangkit dari kubur. Amati saja! Kalau tidak nyaman, jangan sentuh, daripada grogi. Cari yang aman. Tapi, ada beberapa peluang di grup Bakrie. Trading cepat masih bisa di grup ini, tapi harus hati-hati.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA