Bocah Korban Perkosaan

KPAI Sesalkan RSUP Persahabatan soal Kematian RI

MS
Oleh Marlen Sitompul
Minggu 06 Januari 2013
share
Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait menyesalkan tindakan RSUP Persahabatan yang menyebutkan bocah malang, RI (11) meninggal akibat radang otak karena belum ada hasil autopsi dari RSCM.

"Keterangan RSUP Persahabatan terlalu cepat disampaikan itu karena radang otak. Kami meyakini penyebabnya oleh penyakit luka robek pada vagina korban. Kenapa rumah sakit tidak detail menjelaskan hal itu? Padahal hasil autopsi masih di RSCM. Harusnya sakit korban akibat vagina rusak dijelaskan dong," tegas Arist di Jakarta, Minggu (6/1/2012).

Sebelumnya INILAH.COM memberitakan, setelah menjalani perawatan delapan hari di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, bocah yang diduga menjadi korban kekerasan seksual meninggal dunia, Minggu (6/1), pukul 06.00 WIB di ruang ICU (Intensive Care Unit).

RI merupakan bungsu dari enam bersaudara putri dari seorang ibu berinisial A (50), dan ayah L (54) yang tinggal di kawasan Rawa Bebek, Cakung. Untuk menafkahi keluarga, orangtua korban bekerja sebagai pemulung.

Arist juga meyakini bocah kelas 5 SD itu menghembuskan napas terakhir akibat tindak kekerasan pemerkosaan yang menyebabkan kemaluannya luka, dan berimbas ke otak karena beban psikis RI.

"Saya menduga akibat perkosaan. Akibat vaginanya rusak, bukan radang otak. Meski akibat perkosaan itu bisa saja berimbas ke otak. Saya meyakini itu, karena saya mendapat keterangan dari orangtua dan pihak RS Persahabatan saat saya mengawal kasus ini," tandas Arist.

Untuk itu, KPAI mendesak kepolisian mengambil langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku yang telah melakukan pemerkosaan hingga menimbulkan korban jiwa terhadap bocah di bawah umur itu.

"Kami tetap mendorong kepolisian segera menyelidiki hingga penyidikan dalam penanganan kasus ini. Sebab, saya menduga mendiang meninggal akibat perkosaan," tegasnya.[yeh]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA