Pemerintah Kaji Kasus Blok Karama

RR
Oleh Ranto Rajagukguk
Jumat 25 Januari 2013
share
Ist

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan meneliti lebih lanjut data-data hasil pengeboran yang dilakukan Statoil Indonesia dan Pertamina Hulu Energi (PHE) di Blok Karama.

Pengkajian akan dilakukan dari berbagai aspek, bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan laboratory dan analisis. "Kita akan mencoba melakukan kajian lebih lanjut yang terintegrasi, termasuk juga mengkaji perusahaan jasa survei yang ada di tempat tersebut," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Naryanto Wagimin di Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Menurut Naryanto, pemerintah merasa prihatin dengan kegagalan Statoil dan Pertamina Hulu Energi memperoleh cadangan migas di wilayah kerja Blok Karama.

Meski dari pengeboran dari tiga sumur yang dilakukan kedua perusahaan tersebut menunjukkan hasil nihil, namun di daratan wilayah kerja tersebut, ditemukan rembesan gas. "Kalau dibilang tidak ada (migas), ya tidak juga karena ada rembesan gas," katanya.

Dari pengkajian yang dilakukan itu, diharapkan dapat diperoleh konsep petroleum sistem baru yang paling tepat untuk mengembangkan migas di kawasan Indonesia Timur dan laut dalam.

Naryanto, mengakui pengembalian Blok Karama akan menurunkan minat investor. Namun jika ada KKKS lain yang menemukan cadangan migas, maka investasi akan kembali bergairah. Contoh kasus adalah ketika Shell mengembangkan Blok Mahakam, namun hasilnya nihil. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA