Ulasan Sepekan

IHSG Cetak Rekor, Tiga Sektor Saham Terjerembab

AM
Oleh Ahmad Munjin
Minggu 03 Februari 2013
share
Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Seiring positifnya sentimen global, IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada level 4.519,459 pekan ini. Sayangnya, tiga sektor saham justru terjerembab.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, selama sepekan, IHSG kembali dapat memperbarui level pencapaiannya yaitu di level 4.500-an. Meskipun, di akhir pekan harus berakhir di bawah level tertingginya tersebut. "Pencapaian tersebut ditopang positifnya sentimen secara global, terutama dari rilis kinerja emiten global, yang cukup berimbas positif pada IHSG," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.

Hal yang sama pun terjadi pada bursa saham global di mana meski beberapa saat bergerak melemah namun, masih dapat ditutupi oleh kenaikan yang terjadi setelah merespons positif kinerja para emiten global.

IHSG selama sepekan mengalami kenaikan 44,04 poin (0,99%) yang juga diikuti oleh kenaikan indeks utama lainnya. Penurunan hanya dialami oleh indeks JII 0,39% dan diikuti ISSI 0,18%. Sementara indeks DBX bisa menguat 1,31%. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 1,03%.

Di lain tempat, bursa saham Asia pun mayoritas mengalami kenaikan selama sepekan terakhir. Bahkan bursa saham AS pun mayoritas mengakhiri pekan kemarin di zona hijau. Namun, kondisi berbeda di alami bursa saham Eropa yang masih bergerak variatif selama sepekan kemarin.

Sepanjang pekan, pergerakan indeks sektoral mayoritas bergerak menguat kecuali 3 indeks yang terpaksa terjerembab ke zona merah, yaitu indeks Aneka Industri yang melemah 3,74%; indeks perdagangan 0,65%; dan indeks manufaktur melemah 0,45%. Sementara penguatan dipimpin indeks keuangan 3,32% yang diikuti indeks perkebunan 2,04%; dan indeks properti 2,74%.

Lebih jauh dia menjelaskan, maraknya aksi profit taking membuat IHSG sulit bergerak menuju zona hijau di awal pekan. "Bahkan menghijaunya pasar saham Asia merespon positif kabar dari China tidak lantas membuat IHSG bisa terlepas dari teritori merah," kata dia.

Apalagi, lanjut dia, investor asing sempat mencatatkan nett sell di awal pekan tersebut yang membuat perdagangan menjadi kurang bersemangat.

Sementara itu, menghijaunya bursa saham Asia dipicu sentimen kenaikan kinerja dari emiten-emiten industri yang melampui estimasi. Begitu pun dengan kenaikan consumer confidence Korea Selatan yang memberikan sentimen positif bagi bursa saham Asia dan juga setelah rilis Manufacturing BSI Index Korea Selatan dan durable goods orders AS yang mengalami peningkatan.

Selain itu, kenaikan sejumlah data, juga di atas estimasi. Antara lain, industrial production Korea Selatan, retail sales Jepang, dan building consents New Zealand.

Rilis kinerja emiten yang sejauh ini melampui estimasi dan adanya spekulasi bahwa The Fed akan memperbarui komitmen pembelian aset cukup berimbas positif bagi pasar saham Asia.

Tak ketinggalan, bursa saham Eropa berakhir positif setelah merespon kenaikan kinerja para emiten dan kenaikan indeks harga perumahan di AS. Lalu, rilis kenaikan Gfk Consumer Climate Jerman dan turunnya yield obligasi Italia tenor 6 bulan turut memberikan angin segar. Begitu juga dengan kenaikan sejumlah indeks manufaktur PMI di Swedia, Italia, Perancis, dan Jerman.

Bursa saham AS menghijau dengan dukungan data-data ekonomi. Antara lain, durable goods orders, indeks harga perumahan, dan ADP nonfarm employment change serta kinerja emiten-emiten yang melampui estimasi seperti Pfizer Inc. Amazon.com Inc., dan Valero Energy Corp.

Sejauh ini, sebanyak 73% dari 254 emiten dalam S&P500 yang telah melaporkan kinerjanya berhasil melampui estimasi profit dan 65%-nya melebihi estimasi pendapatan. "Akan tetapi, penguatan tersebut sempat terhalang dengan rilis Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan AS bertumbuh kontraksi dari perkiraan positif," ungkap dia.

Yang jadi hambatan, juga karena turunnya personal spending (MoM), naiknya initial jobless claims dan juga data GDP kuartalan Spanyol serta business confidence Italia yang dirilis lebih rendah dari sebelumnya.

PDB AS mengalami kontraksi (-0,1%) dari estimasi 1,1% dan kuartal sebelumnya 3,1%. Sidang Federal Open Market Committee (FOMC) pun juga tidak banyak menghasilkan keputusan selain tetap mempertahankan suku bunga pada level 0,25%.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA