Kaki Lima Senang Impor Buah Holtikultura Dibatasi

TS
Oleh Tio Sukanto
Minggu 03 Februari 2013
share
Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Pedagangan kaki lima mengapresiasi pembatasan impor buah hortikultura oleh pemerintah.

Pasalnya, selain pasokan lebih mudah, harganya juga lebih murah dibanding buah impor. Demikian disampaikan Ibu Ana, Pedagang Buah kaki lima di pasar Kebayoran Lama kepada INIlAH.COM di Jakarta, Minggu (3/2/2013).

"Yang dicari buah musiman lokal, sebab harganya lebih murah," kata Ana.

Menurut Ana, dibanding menjual buah impor menjual buah lokal lebih murah modalnya. Ana mencontohkan, untuk satu keranjang jeruk medan, harga dari agen sebesar Rp937.500 ribu dengan berat 75 kilo gram.

Sementara jeruk impor (ponkan) satu keranjang harganya 270 ribu, dengan berat isi 8 kilo gram. "Jeruk medan kita jual per kilonya Rp8.000 ribu-25.000, karena tergantung besar kecilnya buah. Sementara untuk jeruk ponkan/impor, kita jual Rp20.000 per kilonya," ujar Ana.

Senada dengan Ana, Amin yang juga pedagang buah di pasar Kebayoran Lama menyatakan hal yang sama, bahwa menjual buah lokal lebih mudah. "Yang dicari pembeli itu buah yang musiman, karena harganya memang lebih murah," ujar Amin.

Amin menambahkan, bahwa selama ini lebih sering menjual buah lokal, dibanding impor. Pasalnya menjual buah impor dipasaran kaki lima lebih sulit. "Hampir 80% buah yang saya jual buah musiman dalam negeri. Seperti saat ini hampir semuanya yang saya jual dari lokal, ada jeruk medan, manggis, duku palembang dan apel malang," ucapnya.

Pemerintah melalui Permentan No 60 dan Permendag No 60 Tahun 2012 melakukan pembatasan terhadap impor hortikultura untuk 13 jenis produk. Ke 13 jenis produk tersebut adalah, Kentang, Kubis, Wortel, Cabai, Nanas, Melon, Pisang, Mangga, Pepaya, Durian, Bunga Krisan, Bunga Anggrek dan Bunga Heliconia. [jin]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA