Felix Sindhunata

IHSG Masih Akan Cukup Baik Pekan Ini

AM
Oleh Ahmad Munjin
Senin 04 Februari 2013
share
Felix Sindhunata, Direktur Henan Putihrai Asset Management - ist

INILAH.COM, Jakarta IHSG diprediksi melaju positif dalam sepekan ke depan dengan kisaran support 4.420 dan resistance 4.550. Salah satunya karena rendahnya indeks kecemasan pasar.

Felix Sindhunata, Direktur Henan Putihrai Asset Management mengatakan, potensi penguatan indeks dalam sepekan ke depan, salah satunya karena faktor rilis kinerja emiten untuk full year 2012 yang diekspektasikan positif. Begitu juga dengan posisi inflasi Januari yang masih terjaga.

Sementara itu, meski Produk Domestik Bruto (PDB) AS mencatatkan kontraksi, tapi dinilainya bukan hambatan penguatan indeks. Apalagi, pasar juga merespons positif data manufaktur China. Belum lagi dengan tingkat kecemasan pasar yang masih rendah. "IHSG masih akan cukup baik sepekan ke depan," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (1/2/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 27,93 poin (0,63%) ke angka 4.481,634 dengan intraday tertinggi 4.519,459 dan terendah 4.457,447. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 4,93 poin (0,65%) ke angka 766,181. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah mencapai rekor 4.519, penguatan IHSG kembali berkurang ke bawah 4.500. Apa yang terjadi?

IHSG menciptakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) pada level 4.519. Ini karena efek dari laporan keuangan emiten untuk kuartal IV-2012. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK) sebagai saham berkapitalisasi besar merilis kinerjanya dengan cukup bagus.

Karena itu, ekspektasi ke depan cukup menarik. Meski inflasi Januari 2013 naik ke 1,03%, tapi posisinya terkendali. Tetapi, investor realistis dan melihat adanya risiko dari eksternal jelang rilis data-data tenaga kerja dari AS. Apalagi, pasar Asia akhir pekan tidak terlalu kuat. Karena itu, setelah mencapai level tertingginya di atas 4.500, indeks kembali ditutup di bawah 4.500. IHSG tidak mungkin terlalu agresif dibandingkan bursa lain. Penguatan ini juga merupakan salah satu bentuk antusiasme pasar terhadap inflasi. Meski tinggi tapi tidak jelek-jelek amat untuk Januari.

Selain faktor kinerja emiten dan inflasi?

Manufaktur China versi HSBC menunjukkan angka yang positif. Setiap bagusnya data China pasti direspons positif oleh pasar. Sebab, berkontribusi besar pada ekonomi Asia Pasifik. China, AS dan Eropa merupakan 50% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Karena itu, jika ekonomi China membaik, kita harapkan, AS dan Eropa akan terbantu. Apalagi, rantai hubungan ketiga negara ini sangat kuat.

Jadi, data apapun dari China yang membaik, pasti direspons positif. Sebab, negara Asia Pasifik seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Indonesia menjadikan China sebagai tujuan ekspor yang tinggi. Jepang masih bermasalah. Karena itu, jika aktivitas ekonomi China membaik, otomatis memicu optimisme bahwa produk-produk ekspor ke China juga akan meningkat.

Bagaimana dengan ekonomi AS yang justru mengalami kontraksi pada kuartal IV-2012?

Kontraksi ekonomi AS (-0,1%) menurut saya mislead, sehingga bukan hambatan untuk penguatan IHSG dari faktor eksternal. Sebab, jika melihat data-data ekonomi seperti properti, konsumsi, penjualan sektor ritel, dan aktivitas manufaktur, semuanya menunjukkan bawah seharusnya ekonomi AS tumbuh di atas 1%.

Karena itu, banyak pihak yang meragukan. Karena motor ekonomi AS sebagian besar dari sektor konsumsi. Apalagi, perlu diketahui, data PDB AS dirilis tiga kali. Dari data awal ke data kedua biasanya mengalami deviasi yang besar sehingga bisa saja mengalami lonjakan. Tapi, data kedua dan ketiga tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Jadi, saya pikir itu mislead.

Saya tidak melihat, kontraksi itu dipicu oleh alotnya negosiasi fiscal cliff. Sebab, fiscal cliff baru efektif pada awal Januari. Tapi, kemungkinan pengetatan anggaran AS sudah dimulai semenjak pertengahan 2012 sehingga berimbas pada penurunan PDB tapi tidak kontraksi. Bisa jadi, AS kontraksi karena data-data di sektor konsumsi belum masuk secara utuh terakumulasi karena banyak momen libur di akhir tahun. Karena itu, pasar lebih baik menunggu data PDB AS untuk yang kedua yang lebih terakumulasi dan fixed.

Jadi, dari ekternal tidak ada yang perlua dikhawatirkan oleh para pemodal di bursa saham?

Ya. Lihat saja, posisi indeks volatilitas, Volatility Index (VIX) yang menggambarkan kecemasan pasar cukup rendah. Posisinya saat ini di level 14,28 dari rata-rata dalam satu tahun terakhir 18. Orang tidak mengkhawatirkan AS termasuk juga tidak mencemaskan plafon utang AS (debt ceiling). Untuk sementara orang melupkan dulu itu.

Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG sepekan ke depan?

Dengan melihat penutupan IHSG Jumat (1/2/2013), arah IHSG sepekan ke depan dan dengan catatan data tenaga kerja AS masih mengonfirmasi penguatan, tren IHSG masih menguat. IHSG masih akan cukup baik untuk sepekan ke depan.

Level support dan resistance indeks?

Dalam sepekan ke depan, IHSG berpeluang bergerak dalam kisaran support 4.420 hingga resistance 4.550.

Secara sektoral, saham apa yang paling menarik?

Kalau kita lihat secara sektoral, saham-saham yang menarik jadi pilihan adalah sektor perbankan, consumer goods, industri dasar, dan sektor perdagangan ritel kerena potensial menguat.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA