Skandal Century Tergilas Kasus Korupsi Daging Sapi

HS
Oleh Herdi Sahrasad
Minggu 03 Februari 2013
share
Korupsi daging sapi - Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai lamban dalam menuntaskan skandal Bank Century. KPK dinilai terus mereproduksi cerita baru dengan membongkar korupsi baru seperti kasus impor daging sapi dan lainnya. Akibatnya, skandal Century Rp6,7 triliun sampai kini tak juga tuntas.

Berbagai kalangan khawatir bahwa Centurygate bakal tidak tuntas, atau bahkan dilupakan KPK, sehingga publik pun lupa. "Partai koalisi (Golkar, PAN, PPP, PKS dan PKB) telah tersandera rezim SBY-Boediono dengan skandal rekayasa bailout Bank Century!" papar Adhie M Massardi dari Gerakan Indonesia Bersih. Adhie mendesak PKS dan parpol lain keluar dati Setgab Koalisi yang jelas bau sangit korupsi Century.

Pada saat yang sama Centurygate harus diproses KPK sampai tuntas. Sebab kasus korupsi sapi, misalnya, tidaklah seberapa dibandingkan Centurygate yang membobol uang rakyat Rp6,7 triliun. "Saya minta lanjutkan dan tuntaskan proses politik (dan hukum) skandal rekayasa bailout Bank Century, Hambalang dan korupsi-korupsi besar lainnya yang dilakukan rezim ini," kata Adhie lagi.

Para analis menilai, KPK tidak tegas memberantas korupsi serta gagal mencegah maraknya kasus korupsi dan suap yang menyeret sejumlah anggota parlemen, pejabat negara, elite parpol maupun kalangan swasta. "KPK tidak tegas," kata pengamat politik Teguh Santosa dari UIN Jakarta.

Karena tidak tegas memberantas korupsi secara menyeluruh maka mega skandal Bank Century tidak jelas arahnya. Akibatnya banyak penyelenggara negara, tidak sungkan untuk bermain api, terlibat suap, korupsi dan perbuatan nista lainnya.

Kini publik menanti tuntasnya skandal Century, dan tidak terus-menerus menghadapi pengalihan isu dengan terbongkarnya korupsi baru. Pasca-korupsi impor daging sapi oleh elite PKS, KPK (secara hukum) dan DPR (secara politik) harus menuntaskan skandal Century. Sampai dimana proses hukum Century? Publik seakan tak pernah tahu lagi. [berbagai sumber]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA