Jelang APEC, By Pass Sanur Rusak Terbengkalai

DP
Oleh Dewa Putu Sumerta
Senin 04 Februari 2013
share
Jalan rusak - Ilustrasi

INILAH.COM, Denpasar - Proyek pemasangan pipa sepanjang ratusan meter untuk PDAM oleh pemerintah pusat dengan menggali Jalan Raya By Pas Sanur Denpasar Selatan, Bali membuat ruas jalan rusak parah dan dibiarkan terbengkalai berbulan-bulan.

Dari pantauan di lokasi, bekas galian hingga kini seolah dibiarkan berserakan. Padahal sebelumnya kawasan Jalan Bay Pas Sanur terkenal dengan jalan aspal yang mulus. Dengan kondisi saat ini tentu saja dikeluhkan banyak warga maupun pengguna jalan karena akan membahayakan para pengguna jalan yang melintas.

Kerusakan Jalan By Pass Sanur ini berada di sisi kiri jalan. Jika dari arah barat, kerusakan terlihat jelas di perempatan Jalan By Pass- Jalan Tirtanadi. Bahkan kerusakan terparah terlihat ditikungan jalan setelah perempatan by pass menuju jalan tirtanadi. Parahnya, hampir separo badan jalan rusak parah karena sudah tidak ada aspalnya lagi. Terlihat kerikil ukuran kecil hingga batu seukuran kepalan tangan berserakan di kawasan ini. "Kerusakan jalan disini sudah lama terjadi, tapi dibiarkan terbegkalai," ujar Kadek Guna, seorang pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan By Pass Sanur, Minggu (3/2/2013).

Akibat kondisi ini, para pengemudi yang lewat areal tersebut terpaksa harus extra hati-hati dan mengurangi laju kendaraannya. "Apalagi kalau melintas pada malam hari bahaya banget. Takutnya kalau yang gak tahu atau belum pernah melintas bisa celaka," imbuh Kadek.

Sementara itu, Dirut PDAM Kota Denpasar Putu Gede Mahaputra, mengaku proyek itu adalah proyek pemasangan pipa untuk PDAM kota, namun pembiayaannya oleh APBN pusat. "Untuk yang melakukan penggalian dari Satker Dinas PU (Pekerjaan Umum) propinsi," dalihnya.

Akan tetapi, pihak PU meminta agar pengaspalan dilakukan oleh PDAM Denpasar. "Kita punya syarat jika kami yang diminta mengaspal, syaratnya adalah harus lulus dulu tes sand cone atau tes pemadatan tanah," tambahnya.

Sayangnya dari pantauan di lokasi, tidak ada satupun terlihat adanya pekerja yang hendak memperbaiki jalan yang hancur tersebut. Bahkan anehnya, hingga saat ini pihak PU sendiri belum melakukan tes pemadatan tersebut.

Tes pemadatan itu sangat penting dilakukan untuk memastikan kekuatan tanah sehingga saat dilakukan pengaspalan tidak kembali menimbulkan kerusakan baik asplalnya maupun pipanya. "Silahkan tanya ke pekerjanya atau penanggung jawabnya di proyek itu, dinas PU (propinsi) yang lebih tahu," kelitnya. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA