Viviet S Putri

Nasib Saham CPO Kurang Menggembirakan

AM
Oleh Ahmad Munjin
Rabu 03 April 2013
share
Viviet S Putri analis AMCapital Securities

INILAH.COM, Jakarta Nasib saham-saham CPO dinilai kurang menggembirakan seiring penurunan harga komoditas ini. Tapi, ada secercah harapan pada lima saham seiring pembangunan industri hilir. Seperti apa?

Viviet S Putri, analis AMCapital Securities mengatakan, harga saham sektor CPO pastinya tidak lepas dari harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih mengalami kecenderungan turun. Tapi, dia melihat positif pemerintah yang mendorong produsen CPO untuk mengembangkan industri hilir dari CPO itu sendiri.

Dia melihat, lima emiten sudah mengembangkan industri hilir dari CPO untuk menkonpensasi penurunan harganya. "Saya rekomendasikan buy on weakness untuk LSIP, SIMP, AALI, SMAR, dan BWPT untuk jangka enam bulan ke depan," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (2/4/2013) saham PT London Sumatera Plantation (LSIP.JK) ditutup menguat Rp30 (1,58%) ke Rp1.920; PT Salim Ivomas Pratama (SIMP.JK) melemah Rp10 (0,96%) ke Rp1.030; PT Astra Agro Lestari (AALI.JK) turun Rp50 (0,27%) ke Rp18.300; ,

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR.JK) stagnan di Rp6.700; PT BW Plantation (BWPT.JK) turun Rp20 (1,50%) ke Rp1.310; dan PT Sampoerna Agro (SGRO.JK) stagnan di Rp2.150 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Harga Crude Palm Oil (CPO) masih menunjukkan penurunan dan terakhir melemah 1,91% ke RM2.336 per metrik ton.Bagaimana dengan nasib saham-saham di sektor CPO?

Nasib saham-saham CPO kurang menggembirakan. Harga saham sektor CPO pastinya tidak lepas dari harga CPO dunia yang masih mengalami kecenderungan turun. Saya belum melihat harga CPO akan bagus. Apalagi, pada periode sekarang agak turun.

Apa yang menyebabkan penurunan harga CPO?

Sebab, Juni-Juli merupakan masa panen dari substitusi CPO yakni kedelai, rapeseed dan biji bunga matahari di AS dan Eropa.

Ada hal positif di sektor CPO?

Tren turun harga CPO telah mendorong para emiten, investor, dan pemerintah mengupayakan agar harga CPO bisa kembali membaik. Sebab, jika harga CPO tidak membaik, otomatis para produsen menjadi malas, tidak tertarik untuk mengembangkan industri ini. Padahal, produktivitas CPO sangat tinggi di Indonesia dan bisa menjadi primadona untuk ekspor.

Karena itu, saya lihat positif di mana pemerintah mendorong produsen CPO untuk mengembangkan industri hilir dari CPO itu sendiri. Caranya, membangun pabrik-pabrik pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Selama ini, emiten biasanya menanam dan minyak CPO mentah langsung diekspor.

Karena sekarang harga ekspor mengalami tekanan, pemerintah mengusahakan agar perusahan mengolah sendiri untuk mengembangkan industri hilir dan nantinya diperuntukkan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Setelah menjadi produk jadi, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. Selama ini, produk mentah CPO diekspor, lalu di-refinery di luar jadi produk jadi. Setelah produk jadi, baru diimpor lagi ke Indonesia.

Ini sama seperti upaya smelter untuk produk pertambangan mineral, dari bijih menjadi setengah jadi sehingga bisa diserap di pasar domestik. Kalaupun dieskpor, harganya lebih tinggi. Begitu juga dengan CPO.

Ada faktor positif yang lain?

Pajak ekspor untuk produk jadi CPO diturunkan sehingga mengeskpor produk jadi lebih menarik dibandingkan produk mentah. Emiten-emiten CPO diarahkan untuk menciptakan added value.

Emiten-emiten mana saja yang sudah siap dengan pembangunan industri hilir dari CPO itu sendiri?

Antara lain LSIP karena diserap oleh holding-nya SIMP. Apalagi, dengan SIMP yang produknya memang sudah terdiversifikasi seperti refinery, gula dan lain-lain. Begitu juga dengan AALI yang sudah mulai mengembangkan industri hilirnya. SMAR juga cukup bagus karena fokus di industri hilir ini. BWPT juga cukup menarik. Untuk SGRO belum saya rekomendasikan. Sebab, produk CPO SGRO masih mengambil dari perkebunan plasma bukan perkebunan inti.

Apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk LSIP, SIMP, AALI, SMAR, dan BWPT untuk jangka enam bulan ke depan. Sebab, untuk 2013, rata-rata capital expenditure-nya dinaikkan bukan untuk ekspansi lahan tapi untuk mengembangkan industri hilirnya.

Jadi, untuk saham-saham sektor CPO secara umum, bagaimana Anda menilai?

Untuk saham-saham sektor CPO saya masih underweight cenderung netral. Karena gencarnya pengembangan industri hilir, saya upgrade dari underweight ke neutral untuk sektor CPO. Saya tidak bilang harga CPO naik ya. Untuk jangka pendek1-3 bulan, saya tidak rekomendasikan.

Sebab, pasar masih harus melihat kapasitas produksinya. Pada kuartal III-2012, industri hilir CPO baru dibangun dan hasilnya mungkin baru enam bulan lagi yang akan terefleksi pada pendapatan emiten.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA