Komnas PA: RS Harapan Bunda Bohongi Publik

AH
Oleh Anton Hartono
Jumat 12 April 2013
share
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menilai bahwa pihak RS Harapan Bunda telah melakukan pembohongan publik terkait keterangan kasus amputasi yang dialami bayi berusia dua bulan bernama Edwin Timothy Sihombing, putra pasangan Gonti Laurel Sihombing (34) dan Romauli Manurung (28).

Ditambah lagi keterangan itu disampaikan oleh staf Marketing dan Humas RS Harapan Bunda, bukan dari tim dokter yang bersangkutan.

"Seharusnya yang menyampaikan adalah tim dokter yang menangani dengan didampingi pihak rumahsakit. Tapi ini malah marketing yang tidak mengerti pengobatan medis," kata Arist, Jumat (12/4/2013).

Mendengar pernyataan dari pihak RS Harapan Bunda yang membantah tindakan tim dokter telah memotong jari telunjuk Edwin, Arist mengaku akan terus mengawal kasus tersebut dan akan mendampingi orangtua korban untuk melapor ke polisi.

"Selain mendampingi orangtua korban ke polisi, kami juga akan adukan hal ini ke Menteri Kesehatan agar segera ditindak lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, pihak RS Harapan Bunda membantah telah memotong jari telunjuk kanan bayi Edwin. Karena jaringan pada ujung jari telunjuk Edwin sudah mati dan terlepas dengan sendirinya di dalam kassa perban.

"Tidak ada pemotongan jari di dalam ruang perawatan. Yang benar, jaringan mati sudah terlepas dengan sendirinya di dalam kassa sehingga perlu diambil," kata Dian, Marketing dan Humas RS Harapan Bunda, Kamis (10/4/2013) kemarin.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA