Dilema Politik di Musim Semi Demokrat

RF
Oleh R Ferdian Andi R
Kamis 02 Mei 2013
share
(Foto : inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat dalam posisi dilematis. Satu sisi ingin merebut suara dalam Pemilu 2014, di sisi lain harus mempertahankan citra di hadapan publik. Semua dimaksudkan untuk penyelamatan partai.

Agenda penyelamatan partai yang dipimpin langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah dalam ujian. Penyelamatan partai yang berujung pada pemenangan dalam Pemilu 2014 mendatang, justru mendapat batu sandungan. Muaranya dikarenakan sejumlah caleg di Daftar Caleg Sementara(DCS) ditengarai masih terhubung kerabat satu sama lain. Cap partai nepotis pun melekat pada partai ini.

Pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana menilai yang terjadi di Partai Demokrat menunjukkan praktik nepotisme. "Nepotisme amat sangat kental. Ini penghinaan terhadap legislatif," ujar Tjipta kepada wartawan di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Tjipta menyebutkan banyaknya kalangan kerabat yang terdaftar di DCS menunjukkan proses pengkaderan tidak berjalan dengan baik.

Bekas Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto mengatakan banyaknya caleg yang masih memiliki hubungan kekerabatan membuktikan Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak tegas. "SBY kurang peka dan paham esensi demokrasi," sebut Tri Dianto.

Menurut dia, dari 1.000 lebih kader Partai Demokrat yang mendaftar dan 560 yang masuk sebagai bakal caleg hampir 50 persen masih memiliki hubungan kekerabatan. "Mereka-mereka yang masih baru di Partai Demokrat terlalu dipaksakan untuk masuk menjadi caleg, sedangkan yang sudah berjuang lama banyak yang tidak lolos," sesal Tri Dianto. Ia menyebutkan situasi ini akan memperburuk citra Partai Demokrat.

Namun, tudingan tersebut dibantah Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan kepada INILAH.COM, melalui BlakBerry Messenger (BBM), Kamis (2/5/2013). "Tidak benar itu (nepotis)," bantah Syarief.

Menurut Syarief, pihaknya membatasi sosok yang memiliki tali persaudaraan untuk maju menjadi caleg dari Partai Demokrat. "Kita batasi agar ada peluang bagi yang lain," urai Syarief.

Terkait dengan sejumlah nama yang memiliki hubungan kekerabatan yang dicalonkan Partai Demokrat, Syarief menggarisbawahi mereka yang dicalonkan memiliki kapabilitas. "Mereka yang memiiki kemampuan dan disenangi oleh rakyat tentunya harus didukung oleh Partai," pungkas Syarief.

Saat ini, Partai Demokrat dalam posisi dilema. Satu sisi mengejar kemenangan elektoral dengan menerjunkan figur andalan seperti menteri dan para kerabatnya. Namun di sisi lain, Partai Demokrat sadar dengan pencitraan partai yang babak belur. [mdr]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA