Hari Kemerdekaan

Omzet Pejualan Pohon Pinang Capai Rp21 Juta

WI
Oleh Wiyanto
Sabtu 17 Agustus 2013
share
(foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Pohon pinang hanya ada saat musim kemerdekaan Republik Indonesia. Momen 17 Agustus dimeriahkan salah satunya dengan panjat pohon pinang.

Tahun ini hari kemerdekaan jatuh setelah lebaran usai. Berbeda pada dua tahun sebelumnya, 17 Agustus berada di tengah Ramadhan. Kali ini pedagang pohon pinang tersenyum lebar, karena target omzet tercapai.

Penjual pohon pinang di bilangan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan, merupakan salah satu yang masih eksis menjual pohon pinang. "Target penjualan kurang lebih 30 pohon, dengan harga satuan Rp700 ribu sudah termasuk ongos kirim," ujar Dimyati salah satu pedagang pohon pinang kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (17/8/2013).

Sebenarnya, lanjut Dimyati, ia masih memiliki 2 pohon pinang lagi dan menunggu pesanan. Ia berharap minggu depan pohon pinangnya habis. Tahun ini, Dimyati mengaku cukup lumayan karena nuansanya bukan di tengah orang beribadah puasa. Tidaklah mengherankan jika pohon pinangnya habis terpesan 30 pohon.

Berbeda pada dua tahun silam, Dimyati hanya mampu menjual 20 pohon pinang. Sebabnya kemerdekaan RI di tengah puasa. Ia juga mengaku pada saat itu pula, hanya dia yang menjual di sekitar Manggarai. "Cuman kita yang berani waktu itu, karena kan sepi puasa," jelas Dinyati.

Pekarjaan sehari-hari Dimyati, selain sebagai penjual pohon pinang, ia menjual bambu-bambu. Pantas ia berani menjual pohon pinang karena profesinya tidak jauh dari urusan perkayuan. "Saya jual bambu untuk steger bangunan," katanya.

Sementara pedagang pohon pinang lainnya, Jamal, menyatakan mampu menjual 28 batang pohon pinang. Ia mematok harga Rp700 ribu per pohon yang sudah rapi serutannya lengkap dengan tempat gantungan hadiah di ujung pohon. "Itu sudah termasuk ongkos kirim, kalau tujuannya jauh tambah Rp50 ribu aja," tuturnya.

Jamal mengaku mendapatkan labar bersih dari penjualan satu pohon pinang sebesar Rp200 ribu. Ia mengatakan sudah dapat mengupah tukang serut dan kuli angkut ke tempat tujuan pelanggan yang membeli pohon pinangnya. "Untungnya cuma Rp200 ribu per pohon, ini kan musiman setahun sekali," katanya. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA